Berita Kota Kupang Hari Ini
DPRD Kota Kupang Segera Rapat Bersama OPD Terkait Penanganan Bencana Alam
Terkait lokasi bencana, Yeskiel mengatakan, pemerintah sudah sampaikan bahwa telah disiapkan relokasi
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- DPRD Kota Kupang segera melakukan rapat dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait dalam penanganan bencana alam. Bencana alam yakni Badai Seroja yang menyebabkan banyak rumah rusak dan longsor itu terjadi di tahun lalu.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe saat menerima perwakilan korban bencana alam Seroja dari Kampung Amanuban dan Tuak Daun Merah (TDM) V, Selasa 15 Maret 2022.
Menurut Yeskiel, sesuai surat yang masuk ke DPRD untuk melakukan pertemuan akan ditindaklanjuti sehingga perlu ada pertemuan DPRD dengan pemerintah dalam hal ini OPD terkait penanganan bencana alam tersebut.
Baca juga: Ketua DPRD Kota Kupang Terima Korban Seroja 2021
"Jadi memang sesuai apa yang disampaikan oleh bapak dan mama, masih ada yang kurang dalam penanganan dan saya pikir ini hal yang baik. Nanti dengan adanya masukkan ini, pimpinan DPRD akan bicara dengan pemerintah dan memang tidak sekaligus tapi perlahan-lahan kita akan selesaikan," kata Yeskiel.
Terkait relokasi dari lokasi bencana, Yeskiel mengatakan, pemerintah sudah sampaikan bahwa telah disiapkan relokasi dan sudah ditetapkan lokasinya di Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak.
"Pemerintah juga dengan DPRD sudah mendata dengan baik semua hanya belum diselesaikan semua. Tentu kondisi ini akan diselesaikan secara baik," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Korban Seroja Datangi DPRD Kota Kupang
Sedangkan soal pendidikan anak-anak, Yeskiel juga berjanji akan menyampaikan ke pemerintah soal kehidupan dan pendidikan anak-anak.
Saat itu, Fasilitator Pendamping korban bencana, Grace Gracella mengatakan, suasana di lokasi bencana masih membuat masyarakat terutama ibu-ibu merasa trauma.
"Masyarakat masih trauma terutama ibu-ibu. Selama ini mereka selalu waspada, apabila mulai mendung mereka harus berjalan mencari tempat yang aman. Selain itu, soal pendidikan saat ini anak-anak korban bencana sulit ketika pendidikan jarak jauh atau online," kata Grace.
Baca juga: Bumdes Sinar Harapan Desa Kakaniuk Dapat Suntikan Ilmu Penatausahaan Keuangan
Grace juga sempat menanggapi terhadap pernyataan Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe yang seolah-olah tidak mengetahui alamat Kampung Amanuban dan Jalan Amanuban, padahal Yeskiel sudah empat periode sebagai wakil rakyat.
Pernyataan Yeskiel lainnya yang sempat ditanggapi Grace yaitu pernyataan Yeskiel Loudoe yang mengatakan, warga yang membangun rumah bantaran sungai dan rawan longsor, seharusnya diperhatikan pemerintah atau dilarang jangan sudah terjadi bencana baru diperhatikan.
Padahal, menurut Grace pemerintah juga sempat menyalahkan warga saat bencana bahwa mengapa harus membangun rumah di lokasi rawan longsor.
Baca juga: Atasi Kesulitan Air, Wagub NTT Josef Nae Soi Bilang Begini
"Ini saling menyalahkan. Warga ini tentu hanya mampu membeli tanah di wilayah itu atau bantaran sungai," katanya.
Saat itu Yeskiel meminta Grace agar cepat dalam menyampaikan pernyataan karena dirinya juga hendak mengikuti acara lain.
Sedangkan menanggapi soal beberapa hal, Yeskiel mengatakan, dirinya tidak bermaksud apa-apa terhadap warga yang menjadi korban bencana Seroja.
"Saya juga tidak alergi kritik. Tadi guyon bukan saya hina. Datang beri masukan, jangan nilai saya tidak tahu.
Soal jalan itu ada jalan Amanuban ada kampung Amanuban," kata Yeskiel.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/soal-seroja.jpg)