Berita Nasional
Presiden Jokowi Berkemah Satu Malam di Lokasi IKN Nusantara, Nitizen Kecewa & Singgung Harga Migor
Presiden Jokowi berkemah satu malam di titik nol lokasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur
Ada yang mengaitkannya dengan kelangkaan minyak goreng saat ini sehingga warga terpaksa berebutan untuk mendapatkannya.
Bahkan nitizen pun mengungkapkan fakta bahwa ada warga yang mati hanya karena antre mendapatkan minyak goreng.
Dilansir dari Youtube Kompas.TV @Yusrie Asmawi menuliskan "Ya Allah anugerahkanlah kepada bangsa dan negara pemimpin yang adil dan yang selalu memperhatikan rakyatnya, amin."
@muslihuddin mengatakan, semoga pembangunannya lancar menuju gerbang kedamaian dan kemakmuran NKRI.
@Game : Salam NKRI, semoga tirakat bermalam di Nusantara Anda untuk NKRI dan rakyat Indonesia dibarengi bermunajah, merenung pada Allah subhanahu wata'al dengan sebelumnya sholat malam, sholat sunnah hajat lalu sholat sunnah istihoroh dan tahajud.
Semoga diberi keselamatan dan petunjuk, setelah melaksanakannya dengan ikhlas, biar tirakat anda tidak sia-sia di batin Anda untuk masa depan yang berarti untuk generasi kami, bapak pemimpin Indonesia.
Sementara @Mang Ahmad mengatakan, lebih penting nurunin kenaikan harga kebutuhan pokok dan nangani kelangkaan minyak goreng daripada ngurusin IKN
Hal senada disampaikan @Maedely Merlita. Dia menyebutkan, Menurut dia hebat kali mementintingkan kemah ketimbang ngurusin minyak goreng yang langka.
Baca juga: Kekayaan Jokowi Rp 54,7 Miliar, Tanah dan Bangunan Tersebar di Solo, Ternyata Punya 2 Mobil Pikap
Demikian juga @Abri Palu menulisnya responnya atas sikap Presiden Jokowi yang berkemah di titik nol lokasi IKN.
@Abri Palu menyebutkan, Rakyat tidak butuh IKN tapi rakyat butuh harga pokok seperti minyak goreng dan lainnya.
Bahkan ada warga yang memberikan respon dengan mengaitkannya dengan utang RI yang menumpuk.
Adalah @Karl Heinz mengatakan, Semoga Anda inget utang RI yang sudah menumpuk dan jangan makin bikin susah melulu. (*)