Rabu, 29 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Rusia dan Amerika Serikat Saling Bantah Soal Senjata Biologis di Ukraina

Pasukan Rusia menemukan bukti Kyiv menghapus jejak program militer-biologis di Ukraina, yang diduga dibiayai oleh Amerika Serikat.

Editor: Alfons Nedabang
REUTERS
Petugas membawa keluar seorang korban setelah penghancuran rumah sakit anak Mariupol yang dibom pasukan Rusia pada hari Rabu 9 Maret 2022. 

Dia mengatakan, selama operasi militer khusus, bukti tindakan tergesa-gesa rezim Kiev untuk menyembunyikan jejak keuangan program biologis militer oleh Kementerian Pertahanan AS di Ukraina telah terungkap.

Baca juga: Pasukan Nuklir Rusia Siaga Khusus, Inilah Kekuatan Nuklir Rusia dan Deretan Senjatanya

Konashenkov menyampaikan, pihaknya akan membagikan hasil analisis dokumen yang mereka terima dalam waktu dekat.

"Beberapa di antaranya, khususnya instruksi kementerian kesehatan Ukraina untuk menghancurkan patogen dan sertifikat penyelesaian dari biolaboratorium Kharkov dan Poltava yang kami terbitkan sekarang," ucap dia.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya bekerja dengan Ukraina untuk mencegah invasi pasukan Rusia dari menyita bahan penelitian biologis di tengah kekhawatiran pemerintah atau aktor yang tidak bermoral mungkin mencoba menggunakan barang-barang tersebut untuk membuat senjata biologis.

"Ukraina memiliki fasilitas penelitian biologis, yang sebenarnya kami sekarang cukup khawatir balatentara Rusia, pasukan Rusia, mungkin berusaha untuk mendapatkan kendali," kata pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nuland kepada anggota parlemen AS pada sidang ketika ditanya langsung apakah Ukraina memiliki senjata biologis.

Baca juga: Beijing Kecam Larangan AS terhadap Energi Rusia, Tongkat Sanksi Tidak Akan Menghasilkan Perdamaian

"Jadi kami bekerja dengan Ukraina tentang bagaimana mereka dapat mencegah bahan penelitian itu jatuh ke tangan pasukan Rusia jika mereka mendekat," ungkap dia, dikutip dari AFP.

Dilansir dari wikipedia.org, senjata biologis adalah senjata yang menggunakan patogen (bakteri, virus, atau organisme penghasil penyakit lainnya) sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh.

Dalam pengertian yang lebih luas, senjata biologis tidak hanya berupa organisme patogen, tetapi juga toksin berbahaya yang dihasilkan oleh organisme tertentu.

Baca juga: Digempur Rusia Dua Pekan, Presiden Zelenskiy Penuhi Tuntutan Vladimir Putin, Ukraina Menyerah?

Dalam kenyataannya, senjata biologis tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan dan tanaman.

Pembuatan dan penyimpanan senjata biologis telah dilarang oleh Konvensi Senjata Biologi 1972 yang ditandatangani oleh lebih dari 100 negara.

Alasan pelarangan ini adalah untuk menghindari efek yang dihasilkan senjata biologis, yang dapat membunuh jutaan manusia, dan menghancurkan sektor ekonomi dan sosial.

Namun, Konvensi Senjata Biologis hanya melarang pembuatan dan penyimpanan senjata biologi, tetapi tidak melarang pemakaiannya. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved