IKN Nusantara
Ternyata Ini Pertimbangan Jokowi Hingga Lebih Pilih Bambang Ketimbang Ahok, Gegara Pernah Jadi Bos?
Ternyata ini pertimbangan Presiden Jokowi sehingga lebih memilih Bambang Susantono ketimbang Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok jadi Bos IKN Nusantara.
POS-KUPANG.COM - Sampai saat ini belum diketahui secara persis apa pertimbangan Presiden Jokowi sehingga lebih memilih Bambang Susantono daripada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk jadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Sebab, awalnya Presiden Jokowi menyebut nama Ahok dan beberapa nama lainnya yang dinilai pantas untuk menjabat sebagai Kepala Otorita IKN Nusantara.
Ketika nama Ahok disebut sebagai salah satu figur yang tepat dalam membangun IKN Nusantara, publik pun meresponnya dengan baik.
Bahkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa Ahok merupakan kader PDIP sekaligus figur yang tepat untuk jabatan tersebut.
Namun kewenangan untuk penunjukkan tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden Jokowi. PDIP tak ingin mengintervensi hal itu.
Seiring bergulirnya waktu, Presiden Jokowi akhirnya menjatuhkan pilihan. Dan pilihannya bukan pada Ahok melainkan figur lain yang tak disangka-sangka.
Nama Bambang Susantono pun seketika menjadi bahan pergunjingan publik, karena saat diumumkan langsung mendapat respon positip dari pelbagai kalangan.
Bahkan Presiden Jokowi menuai pujian lantaran dinilai telah memilih figur yang tepat untuk jabatan tersebut.
Lantas, apa sih yang menjadi pertimbangan Presiden Jokowi sehingga lebih memilih Bambang Susantono ketimbang figur lain, termasuk Ahok?
Ada apa dengan Bambang Susantono, sehingga figur ini langsung diterima oleh publik terkait jabatan strategis yang dipercayakan Presiden Jokowi?
Bambang Bukan Politisi
Bambang Susantono memang bukan berasal dari kalangan politisi, sehingga tak dikenal mayoritas publik di Tanah Air.
Namun Bambang Susantono bukan sembarang orang. Ia memiliki sejumlah reputrasi yang mencengangkan dalam sejumlah bidang.
Tak hanya hebat di dalam negeri, Bambang juga ternyata memiliki rekor yang tercatat di dunia internasional, terlebih di negara-negara Asia Tenggara.
Ia bahkan dikenal sebagai salah satu pakar transportasi lantaran berhasil membawa Indonesia menuju perubahan dan hal itu kini sedang dinikmati publik negeri ini.