Selasa, 21 April 2026

Wacana Tunda Pemilu

Surya Paloh dan Airlangga Bahas Penundaan Pemilu, Begini Hasilnya

Golkar mengaku telah mendapat aspirasi agar Pemilu 2024 ditunda dan masa jabatan presiden diperpanjang.

Editor: Alfons Nedabang
ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin 9 Maret 2020. 

"Kecuali, presiden yang memiliki hak prerogatif, mengatur kabinetnya, merasa ada sesuatu yang tidak tepat. Fungsi dan peran yang dijalankan pembantunya," ucap Paloh.

Baca juga: Perludem: Menunda Pemilu 2024 Tidak Logis

Airlangga menambahkan bahwa ke depan banyak tantangan yang akan dihadapi dunia, termasuk Indonesia. Tantangan itu dari pandemi Covid-19 hingga efek dari konflik Rusia-Ukaraina.

"Kita menghadapi tantangan dua tahun covid yang belum berakhir, kemudian tantangan terakhir terjadinya ketegangan geopolitik di Ukraina dan itu berdampak pada nasional. Tentunya transmisi daripada kenaikan harga-harga komoditas, kemudian inflasi di dunia dan tentunya ini super komoditas ini ada yang diuntungkan," lanjutnya.

Menko Perekonomian itu mengatakan bahwa efek dari tantangan itu sudah dirasakan masyarakat Indonesia, yakni dengan kelangkaan minyak goreng.

"Tentunya ini menjadi perhatian kami di mana kebijakan kebijakan publik ke depan tentunya diharapkan bisa menyejahterakan dan membuat masyarakat aman terutama mendekati lebaran nanti," ujarnya. (tribun network/mam/dod)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved