Rabu, 6 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

Tentara Bayaran Afrika Siap Bela Ukraina: Daripada Mati Kelaparan Lebih Baik Mati di Medan Perang

Tentara bayaran di Afrika, kini menyatakan diri sudah siap membela Ukraina dalam peperangan melawan tentara Rusia daripada di Afrika mati kelaparan.

Tayang:
Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/ANATOLLI STEPANOV/AFP
Prajurit Pasukan Militer Ukraina berjalan di sepanjang jalur pada posisi mereka di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia, dekat desa Novognativka, wilayah Donetsk pada 21 Februari 2022. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pasukan Rusia Mulai Serbu Kiev, Pertempuran Sengit Berlangsung, Terdengar Bunyi Ledakan, https://www.tribunnews.com/internasional/2022/02/26/pasukan-rusia-mulai-serbu-kiev-pertempuran-sengit-berlangsung-terdengar-bunyi-ledakan?page=all. Editor: Sanusi 

POS-KUPANG.COM - Tentara bayaran di Afrika, kini menyatakan diri untuk siap membela Ukraina dalam peperangan melawan tentara Rusia.

Dalam pernyataan terbuka, para tentara Afrika itu mengungkapkan pernyataan yang tegas tentang hal tersebut.

"Daripada mati kelaparan di Afrika lebih baik mati di medan pertempuran." Demikian pernyataan yang dilontarkan para tentara bayaran di Afrika

Pernyataan itu merespon seruan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar para pejuang di seluruh dunia terlibat dalam membela Ukraina yang kini sedang berperang melawan Rusia.

Hanya saja, motivasi para tentara bayaran tersebut adalah mereka dibayar untuk berperang

Jadi pernyataan perang itu bukanlah niat murni untuk berperang secara sukarela, tetapi dibayar untuk berperang.

Adalah Kimanzi Nashon, seorang tentara bayaran asal Nairobi, Kenya, yang mengungkapkan hal tersebut.

Dia mengaku siap berangkat ke Ukraina dan membantu negara itu melawan Rusia kalau dibayar dengan harga yang sepadan.

"Kalau saja Ukraina membayar saya sejumlah uang yang sangat bagus, yang tidak dapat saya peroleh di sini, ya saya pasti saya akan pergi ke sana dan bertarung," kata Kimanzi.

Baca juga: Rusia Bongkar Tujuan Terselubung Amerika di Balik Sanksi Ekonomi kepada Negaranya, Apa?

"Ketika kita pergi ke sana, dan kemudian perang berakhir sebelum terjadi apa-apa, saya akan kembali ke Kenya dan menjadi jutawan," kata Nashon.

Ternyata Nashon tak sendirian dalam spirit menjadi tentara bayaran untuk Ukraina.

“Jika ada kesempatan bagi saya untuk bertarung di Ukraina sebagai tentara bayaran, saya akan berlari ke sana,” Beatrice Kaluki, seorang pengangguran seperti dilansir dari DW.

"Saya lebih baik mati di garis depan di Ukraina mengetahui bahwa keluarga saya akan diberi kompensasi bahkan setelah kematian saya, daripada mati di Kenya karena depresi karena tingkat pengangguran yang gila!"

Pemuda berusia 27 tahun itu mengatakan dia yakin pemuda lain akan berangkat ke Ukraina jika ada kesempatan karena "mereka lebih baik mati di sana, mati karena berjuang daripada mati di negara ini karena kemiskinan, kelaparan."

Mereka bereaksi terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang pekan lalu menyerukan orang-orang yang berpikiran sama untuk datang ke pertahanan negaranya melawan invasi Rusia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved