Berita Malaka Hari Ini
Kisah Petronela Luruk, Bermula di LSM Kini 2 Periode Pimpin Desa Kakaniuk
Pengalaman-pengalaman bekerja di LSM itulah yang membuat saya berpikir dan berusaha bangkit bersama masyarakat
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka
POS-KUPANG.COM, BETUN - Dari total 127 desa di Kabupaten Malaka, salah satu desa yang dipimpin kaum perempuan adalah Desa Kakaniuk, Kecamatan Malaka Tengah. Sosok kades perempuan itu yakni Petronela Luruk dimana memulai karier dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kini dipercayakan warga setempat untuk 2 periode memimpin Desa Kakaniuk.
Beragam suka dan duka dialami Petronela Luruk. Namun berkat pengalaman yang digeluti di LSM dimana hidup di tengah masyarakat, semua program sosial kemasyarakatan dijalani dengan penuh sukacita dan bertanggung jawab.
Baca juga: Sebanyak 20 Orang Perempuan Pimpin Desa di Malaka, Ini Daftar Namanya
Petronela Luruk kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 8 Maret 2022 menuturkan proses perjalanan kariernya sampai kini memimpin Desa Kakaniuk untuk periode kedua.
Petronela berkisah, berbagai pengalaman hidup selama bekerja di LSM Lokal seperti Yasso lalu bersama Suster Sesilia di Forum Peduli Perempuan dan Anak lalu beranjak ke LSM Internasional seperti Oxfam GB yang fokus pada masalah pengungsian dan rekonsiliasi, membuatnya terpacu untuk bekerja bersama masyarakat yang adalah saudara dan saudari sendiri.
Baca juga: Tujuh Pejabat Perempuan Pimpin OPD di Malaka
"Pengalaman-pengalaman bekerja di LSM itulah yang membuat saya berpikir dan berusaha bangkit bersama masyarakat yang saya pimpin," katanya.
Lanjut Petronela, dengan berbagai potensi yang ada dibarengi dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki, dirinya bersama aparat desa mencoba bangkit perlahan-lahan dan fokus saat memimpin memperjuangkan kebutuhan-kebutuhan rakyat yang hakiki.
Baca juga: Wakil Bupati Malaka Optimis Turunkan Angka Stunting, Ini Strateginya
Pada periode pertama di tahun 2008-2014 saat Malaka masih menjadi bagian dari Kabupaten Belu, diakui Petronela, memang banyak yang belum nampak karena keterbatasan anggaran. Dari keterbatasan itu pihaknya berusaha untuk berbuat yang sedikit lebih baik di periode kedua masa kepemimpinannya.
Menurut dia, selama 2 periode memimpin, Ia tetap membagi waktu baik untuk keluarga maupun untuk masyarakat. Dirinya tahu mana yang mesti jadi prioritas dan mana yang harus dikemudiankan. Walau tuntutan sebagai seorang ibu yang harus mengurus suami dan anak-anak membutuhkan perhatian ekstra.
Baca juga: Vaksin Dosis II di Kabupaten Belu Mencapai 60,7 Persen
"Tapi saya bangga karena suami dan anak-anak juga memberi ruang yang luas untuk bekerja demi masyarakat. kadang harus tinggalkan mereka jika ada tugas tapi harus disiasati dengan baik sehingga tidak ada yang harus dikorbankan," katanya.
"Saya juga punya suami yang bisa dijadikan tempat untuk bertanya dan kami bisa berdiskusi untuk mendapatkan solusi jika ada hambatan atau kendala yang ditemui," ungkapnya lagi.
Baca juga: Tujuh Srikandi Jadi DPRD Belu 2019-2024, Ini Datanya
Dikatakan, memang di Malaka belum terlalu banyak perempuan yang menjadi pemimpin masyarakat. Tapi dia melihat bahwa banyak perempuan potensial yang bisa menjadi pemimpin. Sejak dari Belu hingga di Malaka, hanya ada beberapa perempuan yang jadi Kepala Desa.
"Di hari wanita internasional ini, semoga semakin banyak kaum perempuan yang harus lebih banyak tampil untuk menjadi pemimpin bukan hanya di desa tapi juga di level yang lebih tinggi," tutupnya. (CR15)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kades-kakaniuk.jpg)