Liga Spanyol
Dinilai tak Mampu Beri Kontribusi, Lionel Messi Kerap Jadi Sasaran Kritik Saat Bela PSG
Selama membela Paris Saint-Germain (PSG), Lionel Messi kerap menjadi sasaran kritik karena alasan ini
POS-KUPANG.COM – Selama membela Paris Saint-Germain (PSG), Lionel Messi kerap menjadi sasaran kritik.
Kritik itu muncul selepas Lionel Messi dianggap tak mampu memberikan kontribusi berlebih kepada klub berjuluk Les Parisiens tersebut.
Adapun Lionel Messi saat ini sudah mengoleksi tujuh gol dan 11 assist dari 24 penampilan bersama PSG di semua kompetisi.
Lionel Messi mempunyai kesempatan untuk menambah pundi-pundi golnya ketika PSG bertanding melawan Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Pertandingan Real Madrid vs PSG dalam jadwal Liga Champions diselenggarakan di Stadion Santiago Bernabeu pada Kamis (10/3/2022) dini hari WIB.
Baca juga: Ini Alasan Besar Barcelona Tidak Pertahankan Messi
Meskipun mengaku sangat sedih, namun Presiden Barcelona Joan Laporta tidak menyesal dengan keputusanya melepas Lionel Messi ke Paris Saint-Germain (PSG).
Melepas Lionel Messi dari Barcelona mungkin menjadi keputusan terbesar yang harus dibuat Joan Laporta di sepanjang hidupnya.
Messi harus berpisah dari Barcelona selepas kontraknya tidak diperpanjang oleh klub berjuluk Blaugrana itu.
Kondisi keuangan Barcelona yang morat-marit pada musim 2020-2021 menjadi alasan besar di balik keputusan klub untuk tidak mempertahankan Lionel Messi.
Terlebih, Barcelona juga harus memenuhi aturan gaji pemain yang telah ditetapkan oleh Liga Spanyol.
Baca juga: Mengaku Sedih Tapi Presiden Barcelona Tak Menyesal Lepas Lionel Messi, Ini Alasannya
Oleh karena itu, Lionel Messi pun harus berpisah dari Barcelona dan resmi hijrah ke Paris Saint-Germain pada musim ini.
Joan Laporta mengatakan bahwa tidak pernah menyesali keputusannya untuk melepas Lionel Messi meski itu terasa menyedihkan baginya.
“Itu adalah keputusan (melepas Messi) yang paling menyedihkan,” tutur Laporta kepada media resmi Barcelona dikutip dari Marca.
“Saya tidak ingin melakukan itu, tetapi saya juga tidak menyesali keputusan itu karena kami harus memprioritaskan kepentingan klub,” kata dia.
“Itulah yang kami lakukan, bahkan jika itu menyangkut pemain terbaik. Situasinya memang seperti itu,” lanjutnya.