Selasa, 21 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Presiden Ukraina Bebaskan Napi Untuk Perang Lawan Rusia: Bertempurlah Demi Bayar Dosamu pada Rakyat

Di tengah-tengah kondisi negaranya yang tak menentu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melepas para napi untuk bertempur melawan pasukan Rusia.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
PUING-PUING JET TEMPUR -- Ukraina menembak jatuh jet temput Rusia di pinggiran Kyiv (Kiev) semalam. Puing-puing pesawat tempur tersebut jatuh di dekat rumah dan menyebabkan beberapa orang terluka. (EPA/dailymail.co.uk) 

POS-KUPANG.COM - Di tengah-tengah kondisi negaranya yang tak menentu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melepas para napi untuk bertempur.

Para napi itu dibebaskan untuk selanjutnya mengangkat senjata guna berperang lawa Rusia.

Sejak Kamis 24 Februari 2022, pasukan Rusia menggempur habis-habisan wilayah Ukraina.

Peperangan yang telah berlangsung selama sepekan lebih itu untuk menangkap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky hidup atau mati.

Dan, terkait kondisi negaranya yang porak poranda dihantam musuh, Presiden Zelensky melepas semua narapidana.

Para terpidana itu langsung ditugaskan untuk berperang melawan pasukan Rusia.

"Segeralah bergabung dengan pasukan bersenjata Ukraina untuk membayar utang kalian terhadap masyarakat," tandas Presiden Zelensky.

Sejak agresi militer Rusia ke Ukraina, Presiden Zelensky senantiasa mendapat simpati dari seluruh dunia.

Apalagi saat ini, Ukraina sedang berada dalam masa darurat militer gegara serangan nonstop dari pasukan Rusia.

Baca juga: Pasukan Rusia Duduki Kota Kherson, Presiden Ukraina: Mereka Tidak Akan Tenang, Kami Akan Usir Mereka

Ketika membebaskan seluruh napi dari penjara, Presiden Zelensky berpesan, "Di bawah darurat militer, kali dilepas untuk membantu membela negara."

“Kami telah mengambil keputusan yang tidak mudah dari sudut pandang moral, tetapi berguna dari sudut pandang pertahanan kami.

"Kuncinya sekarang adalah pertahanan."

Ia juga telah mengajukan banding ke Uni Eropa (UE) sambil meminta agar UE mengizinkan Ukraina bergabung dalam menghadapi agresi Rusia.

"Kami memohon kepada Uni Eropa untuk aksesi segera Ukraina melalui prosedur khusus baru," kata pemimpin berusia 44 tahun itu dalam pidato video baru."

“Tujuan kami adalah untuk bersama dengan semua orang Eropa, dan yang paling penting, berada di pijakan yang sama. Saya yakin itu adil. Saya yakin itu mungkin."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved