Selasa, 5 Mei 2026

Berita Lembata Hari Ini

Begini Alasannya, LSM Barakat Tidak Ingin Pemerintah Datangkan Benih dan Pupuk Dari Luar 

Pupuk dari luar bikin tanah jadi keras dan kemungkinan tanah tidak subur lagi

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUA WAWO
Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Barakat menginisiasi pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD Lembata, Sabtu, 26 Februari 2022, di Moting Ema Maria, Lamahora, Kota Lewoleba. Tujuan dari pertemuan ini adalah membangun kesepahaman bersama tentang dampak perubahan iklim sehingga mau tidak mau pemerintah perlu mengalokasikan anggaran secara khusus untuk isu global tersebut. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Barakat punya keprihatinan tersendiri melihat pemerintah terus mendatangkan benih dan pupuk dari luar Lembata. 

Direktur LSM Barakat Benediktus Bedil menerangkan bahwa mendatangkan benih dan pupuk dari luar berdampak buruk pada perubahan pola tanam petani. 

"Kebijakan datangkan benih sangat berpengaruh pada perubahan iklim karana mengubah pola tanam," katanya saat ditemui di Lewoleba, Selasa, 1 Maret 2022. 

Baca juga: 11 Desa di Flotim-Lembata Dapat Program Pompa Hidran dari Kodim 1624

Dia menyebutkan benih yang berasal dari luar tidak adaptif dengan kondisi tanah di Lembata. Para petani sebenarnya sudah memiliki benih khas Lembata yang adaptif dan tahan lama.

Benih ini biasanya mendapat perlakuan khusus dari petani dengan ritual dan kepercayaan masyarakat. Misalnya, dengan menjaga benih tersebut sepanjang malam sebelum ditanam keesokan harinya. 

"Kalau benih dari luar langsung ditanam saja dan biasanya kalau simpan lama dia rusak," ungkap Benediktus. 

Baca juga: Dua Pasien Covid-19 di Lembata Meninggal Dunia, Total Pasien Terpapar Sudah 223 Orang

Hal yang sama juga pada pupuk. Dia menyarankan supaya anggaran pemerintah itu diarahkan kepada petani untuk memperbanyak pupuk lokal yang ada di Lembata. Mendatangkan pupuk dari luar hanya menyebabkan tanah menjadi tidak subur lagi karena membunuh mikroba-mikroba yang berfungsi menyuburkan tanah.

"Pembangunan pemerintah itu project oriented, bukan people oriented. Pemda seharusnya fasilitasi petani untuk buat pupuk, supaya uang untuk petani saja bukan kirim keluar," ujarnya.

"Pupuk dari luar bikin tanah jadi keras dan kemungkinan tanah tidak subur lagi," urainya. 

Untuk mengupayakan isu lingkungan masuk dalam prioritas anggaran pemerintah telah dibentuk pula Sekretariat Bersama (Sekber) Non Government Organization (NGO) dengan pemerintah daerah Kabupaten Lembata.

Baca juga: Suasana Saat Polres Lembata Adakan Vaksinasi Bagi Buruh Pelabuhan, Tukang Ojek, Sopir, dan Pedagang

"Kalau sekber ini jalan baik maka kita bisa pengaruhi pemerintah di ranah kebijakan," kata dia.

Tujuan adanya sekretariat bersama ini ialah supaya pemda dan NGO bekerja sama. 

"Hampir semua LSM kerja untuk isu perubahan iklim. Perubahan iklim jadi prioritas," katanya.(*)

Berita Lembata Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved