Berita Lembata Hari Ini
Begini Alasannya, LSM Barakat Tidak Ingin Pemerintah Datangkan Benih dan Pupuk Dari Luar
Pupuk dari luar bikin tanah jadi keras dan kemungkinan tanah tidak subur lagi
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Barakat punya keprihatinan tersendiri melihat pemerintah terus mendatangkan benih dan pupuk dari luar Lembata.
Direktur LSM Barakat Benediktus Bedil menerangkan bahwa mendatangkan benih dan pupuk dari luar berdampak buruk pada perubahan pola tanam petani.
"Kebijakan datangkan benih sangat berpengaruh pada perubahan iklim karana mengubah pola tanam," katanya saat ditemui di Lewoleba, Selasa, 1 Maret 2022.
Baca juga: 11 Desa di Flotim-Lembata Dapat Program Pompa Hidran dari Kodim 1624
Dia menyebutkan benih yang berasal dari luar tidak adaptif dengan kondisi tanah di Lembata. Para petani sebenarnya sudah memiliki benih khas Lembata yang adaptif dan tahan lama.
Benih ini biasanya mendapat perlakuan khusus dari petani dengan ritual dan kepercayaan masyarakat. Misalnya, dengan menjaga benih tersebut sepanjang malam sebelum ditanam keesokan harinya.
"Kalau benih dari luar langsung ditanam saja dan biasanya kalau simpan lama dia rusak," ungkap Benediktus.
Baca juga: Dua Pasien Covid-19 di Lembata Meninggal Dunia, Total Pasien Terpapar Sudah 223 Orang
Hal yang sama juga pada pupuk. Dia menyarankan supaya anggaran pemerintah itu diarahkan kepada petani untuk memperbanyak pupuk lokal yang ada di Lembata. Mendatangkan pupuk dari luar hanya menyebabkan tanah menjadi tidak subur lagi karena membunuh mikroba-mikroba yang berfungsi menyuburkan tanah.
"Pembangunan pemerintah itu project oriented, bukan people oriented. Pemda seharusnya fasilitasi petani untuk buat pupuk, supaya uang untuk petani saja bukan kirim keluar," ujarnya.
"Pupuk dari luar bikin tanah jadi keras dan kemungkinan tanah tidak subur lagi," urainya.
Untuk mengupayakan isu lingkungan masuk dalam prioritas anggaran pemerintah telah dibentuk pula Sekretariat Bersama (Sekber) Non Government Organization (NGO) dengan pemerintah daerah Kabupaten Lembata.
Baca juga: Suasana Saat Polres Lembata Adakan Vaksinasi Bagi Buruh Pelabuhan, Tukang Ojek, Sopir, dan Pedagang
"Kalau sekber ini jalan baik maka kita bisa pengaruhi pemerintah di ranah kebijakan," kata dia.
Tujuan adanya sekretariat bersama ini ialah supaya pemda dan NGO bekerja sama.
"Hampir semua LSM kerja untuk isu perubahan iklim. Perubahan iklim jadi prioritas," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rapat-kesepahaman-bersama-tentang-dampak-perubahan-iklim.jpg)