Timor Leste

Uni Eropa Kerahkan Misi Pengamatan Pemilihan Presiden Timor Leste

Uni Eropa (UE) telah memutuskan untuk mengerahkan Misi Pengamatan Pemilihan (EOM) UE untuk pemilihan presiden Timor Leste 19 Maret 2022.

Editor: Agustinus Sape
PEMERINTAH TIMOR LESTE
Bendera Timor Leste 

Uni Eropa Kerahkan Misi Pengamatan Pemilihan Presiden Timor Leste

POS-KUPANG.COM - Menanggapi undangan Kementerian Luar Negeri Republik Timor Leste, Uni Eropa (UE) telah memutuskan untuk mengerahkan Misi Pengamatan Pemilihan (EOM) UE untuk pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 19 Maret 2022.

Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan dan Wakil Presiden Komisi Eropa telah menunjuk Domenec Ruiz Devesa, Anggota Parlemen Eropa, sebagai Kepala Pengamat untuk misi ini.

Perwakilan Tinggi/Wakil Presiden, Josep Borrell mengatakan, "Pengerahan misi pemantauan pemilu menggarisbawahi dukungan berkelanjutan Uni Eropa untuk upaya Timor Leste menuju konsolidasi demokrasi lebih lanjut."

"Sejumlah besar kandidat akan bersaing untuk pemilihan presiden. Pemilihan akan memberikan kesempatan bagi kepemimpinan negara untuk memastikan inklusivitas yang diperlukan, informasi yang transparan dan adil, akuntabilitas dan politik yang berorientasi pada kebijakan,” kata Josep Borrell.

Kepala Pengamat, Domenec Ruiz Devesa mengatakan, “Saya sangat senang telah dipercayakan oleh Perwakilan Tinggi/Wakil Presiden Josep Borrell dengan tanggung jawab memimpin EOM UE ini. EOM UE bertujuan untuk memberikan kontribusi positif pada proses tersebut, dengan memberikan penilaian yang independen dan tidak memihak terhadap proses pemilihan berdasarkan standar internasional."

"Saya berharap bisa bertemu dan terlibat dengan otoritas Timor Leste, partai politik, kandidat, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Domenec.

Latar belakang

UE sebelumnya juga mengerahkan Misi Pengamatan Pemilihan ke Timor-Leste untuk pemilihan 2002, 2007, 2012, dan 2017. Misi Ahli dikerahkan pada tahun 2018 untuk pemilihan parlemen awal.

Misi Pengamatan Pemilihan Uni Eropa untuk Timor-Leste terdiri dari kelompok pemantau yang berbeda. Tim Inti EOM UE terdiri dari 8 pakar pemilu dan akan tiba di Dili pada pertengahan Februari.

Pada akhir Februari, 26 Pengamat Jangka Panjang akan bergabung dengan misi yang akan dikerahkan di seluruh negeri. Sekitar 26 Pengamat Jangka Pendek yang direkrut secara lokal akan memperkuat misi pada hari pemilihan. EOM UE akan tetap berada di negara tersebut hingga selesainya proses pemilihan.

Sejalan dengan metodologi UE tentang pemantauan pemilu, misi tersebut akan mengeluarkan pernyataan awal dan mengadakan konferensi pers di Dili setelah pemilihan.

Setelah seluruh proses pemilihan selesai, misi tersebut akan menerbitkan laporan akhir, termasuk serangkaian rekomendasi untuk proses pemilihan di masa depan, yang akan dipresentasikan dan dibagikan kepada para pemangku kepentingan.

Untuk diketahui, Pemilihan Presiden Timor Leste akan berlangsung pada 19 Maret 2022.

Sejauh ini Komisi Pemilihan Umum Timor Leste telah menetapkan 16 calon yang akan dipilih pada perhelatan tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved