Liga 1
PSM Makassar Masuk Daftar Tim Kalah Beruntun Terbanyak Liga 1, Bagaimana Persipura & Persiraja?
Hingga pekan ke-26 Liga 1 Indonesia 2021/2022, sedikitnya lima tim terbawah mencatatkan rekor buruk kekalahan beruntun.
"Sekarang kita tidak bisa sepenuhnya salahkan pelatih. Saya yakin, pelatih sudah siapkan strategi yang matang dengan pemain yang pas," jelas Erwin kepada Tribun-timur.com, Rabu (23/2/22) via telepon seluler.
"Tapi, kembali lagi PCR sebelum pertandingan yang menjadi penentu," lanjutnya.
Erwin menilai saat ini peran pelatih dalam menentukan pemain yang bertanding semakin berkurang.
"Jadi, sekarang seakan penentu starting eleven dan pemain di bench itu PCR. Bukan lagi sepenuhnya pelatih," jelas Erwin.
"Dan ini pasti menyulitkan seluruh pelatih di liga 1," lanjutnya.
Terakhir, Erwin menyampaikan bahwa untuk bersaing di Liga 1 saat ini maka diperlukan kedalaman skuad yang memumpuni.
"Jadi, sekarang itu tentang tim apa yang bagus kedalaman skuadnya, tim utama dan cadangan berimbang, maka itu yang bisa meraih hasil maksimal," tutup Erwin.
Hingga saat ini, hanya 1 pemain PSM Makassar yang terkonfirmasi covid-19, yaitu Adam Mitter.
Laga selanjutnya PSM akan berhadapan dengan Bhayangkara FC di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (25/2/22).
Kini, PSM masih berkutat di peringkat 13 dan hanya berjarak enam poin dari zona degradasi.
Sedangkan, Bhayangkara FC terus membuntuti pemuncak klasemen dengan berada di peringkat empat.
Pengamat Sepakbola Hanafing menilai PSM harusnya belajar untuk menjadi klub modern.
"Permasalahan yang terjadi saat ini karena PSM masih menggunakan sistem yang jadul," jelas Hanafing kepada Tribun-timur.com, Rabu (23/2/22) Siang.
Hanafing menekankan perlunya ada posisi dirketur teknik dalam sebuah klub.
"Disaat seperti ini, Kita bisa lihat betapa pentingnya ada direktur teknik. Fungsinya sebagai pihak yang menganalisis segala situasi internal dan eksternal tim," ujar Hanafing.