Berita Kupang Hari Ini
Pengrajin Sasando dan Gong, Herman Adolf Ledoh : Belajar Sendiri
Sasando ini sudah cukup dikenal. Kalau ada yang beli nanti mereka telepon. Berbeda kelas, baik sasando gong maupun sasando biola.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, ROTE NDAO - Pengrajin Sasando dan Gong, Herman Adolf Ledoh mengungkapkan bahwa ia belajar sasando dengan sendirinya setelah ia melihat permainan yang diperagakan kakaknya kala itu.
Herman Adolf Ledoh ialah seorang Pengrajin Sasando dan Gong di Kelurahan Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Saya sudah ikuti Sasando ini waktu masih SD, karena kaka ada tahu main, terus kita belajar seperti curi ilmu. Akhirnya saya tahu," ucap pengrajin Sasando dan Gong saat dijumpai wartawan POS-KUPANG.COM, Selasa, 22 Februari 2022
Baca juga: Mantan Kades Aniaya Ketua BPD Oefafi Kabupaten Kupang, Kasus Sudah Ditangani Polisi
Ia lanjut menjelaskan, setelah tahun 2002, ia mulai menanjak belajar ke Sasando Biola. Sasando Biola ini, untuk memainkannya gampang-gampang sulit.
Ia cuma tahu ala kadarnya saat itu. Sampai tahun 2009 dan 2010 sudah mulai sedikit baik.
Menurutnya Sasando ini sudah cukup dikenal. Kalau ada yang beli nanti mereka telepon. Berbeda kelas, baik sasando gong maupun sasando biola.
"Kelasnya ada yang stelan pakai kayu kita jual per sasandonya Rp. 500.000, sedangkan yang sudah pakai stelan biola itu harganya agak di atas," jelasnya
Baca juga: Gara-gara Hilangkan Buku Cetak, Guru SMPN di Kabupaten Kupang Aniaya Muridnya
Selanjutnya, untuk pelestarian Sasando, bagi Herman pengrajin Gong dan Sasando, ia cuma jaga agar tidak kena air hujan supaya daunnya tidak rusak.
"Harapan saya pemeliharan salah satu ikon Rote Ndao ini bisa selalu terjaga. Karena untuk mencari pemain musik sasando ini masih susah. Hanya sedikit yang bisa memainkan sasando," harapnya (*)