Berita Nasional Hari Ini

KKB di Papua Serang Bertubi-Tubi, Tembak Prajurit TNI Hingga Bakar Rumah Saat Umat Sedang Ibadah

Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua melakukan serangan secara membabibuta akhir pekan kemarin. Dalam serangan itu dua korban kini dirawat intensif.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua membakar rumah warga saat umat sedang beribadah pada Minggu 20 Februari 2021. Aksi KKB itu sangat tak berperikemanusiaan. 

POS-KUPANG.COM - Akhir pekan kemarin, kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, melakukan serangan secara membabibuta.

Secara beruntun mereka menyerang anggota TNI yang bertugas di Bandara Aminggaru Ilaga kemudian membakar rumah penduduk.

Lantaran serangan yang dilakukan itu secara sporadis, sehingga evakuasi terhadap para korban pun belum bisa dilakukan.

Dalam insiden akhir pekan tersebut, baik prajurit TNI maupun warga sipil sama-sama jadi korban kebrutalan kelompok separatis.

Dari kalangan TNI, salah seorang prajurit yang bertugas di Bandara Aminggaru Ilaga terkena tembakan di bagian bahu kanan.

Sedangkan bagi warga sipil, kelompok kriminal bersenjata tersebut membakar sejumlah rumah tanpa sebab.

Sampai saat ini para korban KKB tersebut belum bisa dievakuasi karena kelompok teroris tersebut tak henti-hentinya melancarkan serangan.

Terungkap kabar, bahwa dalam insiden tersebut, anggota Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara, Praka Hermansyah menderita luka parah.

Baca juga: KKB di Papua Cabik-Cabik Bendera Merah Putih, Kata-Katanya Bikin Mendidih, Cap NKRI Teroris Pembunuh

Sementara warga lainnya menderita kerugian materiil karena rumah berikut seluruh perabot di dalamnya ludes dilalap api.

Kependam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga mengungkapkan, pasca serangan awal, masih diikuti serangan susulan dari KKB sehingga evakuasi belum bisa dilakukan.

"Apalagi, sehari setelah menjalani perawatan akibat penembakan di Bandara Aminggaru Ilaga, Sabtu 19 Februari 2022 sekitar pukul 07.30 WIT, KKB terus menebar gangguan dengan melepaskan tembakan dari dalam hutan.

KKB juga melakukan pembakaran rumah milik warga sipil. Olehnya warga kini panik bahkan cemas lantaran serangan KKB sulit terpantau.

"Para korban belum bisa dievakuasi, karena masih ada beberapa kali gangguan dari KST (KKB) sejak pukul 09.30 WIT," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga kepada Kompas.com, Minggu 20 Februari 2021.

Aqsha menjelaskan, gangguan yang dilakukan KKB, menyasar tim evakuasi yang ada di Bandara Aminggaru.

Meski KKB tak henti-hentinya melancarkan serangan, lanjut Aqsha namun situasi masih terkendali.

Sementara dua korban akibat aksi brutal itu, baik Hermansyah maupun warga sipil itu kini dalam kondisi stabil.

"Kedua korban masih stabil setelah menjalani perawatan di Puskesmas Ilaga," ujarnya.

"Kondisinya stabil dan masih sadar. Juga kondisi warga sipil kemarin yang juga ditembak KST (KKB) Papua kondisinya masih alhamdulillah stabil," katanya.

Untuk diketahui, aksi KKB membakar rumah penduduk itu terjadi di Distrik Omukia dan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu 20 Februari 2022.

Baca juga: Tumpaskan KKB di Papua, TNI AD Pasukan Setan Diterjunkan, Ini Kehebatan Pasukan Setan

Tentang aksi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat yang dilakukan KST di Kabupaten Puncak, katanya, bermula dari evakuasi korban penembakan pada pukul 07.00 WIT.

Evakuasi tersebut dilakukan oleh tim gabungan aparat keamanan TNI Polri yang dipimpin Kapten Pas Geri Kurniawan.

Kapten Geri Kurniawan merupakan Dansektor Satgas Lanud Kopasgat. Tim itu berangkat dari Puskesmas menuju Bandara Aminggura Ilaga, Distrik Omukia Kabupaten Puncak menggunakan 3 unit kendaraan roda empat.

"Saat berada di Bandara, tiba-tiba dari atas bukit ada tembakan yang dilakukan oleh KST ke arah Aparat Keamanan."

Saat itu, aparat TNI dari Kopasgat membalas tembakan ke arah KST," jelas Kapendam XVII/Cenderawasih.

"Pada pukul 09.40 WIT, kembali KST mengeluarkan tembakan di Kampung Nipuralome, Distrik Ilaga yang berdekatan dengan Tower Telkomsel," tambahnya.

Tidak hanya itu, pada pukul 09.45 Wit kembali KST membakar Pasar Tradisional Ilaga di Kampung Nipuralome

Selanjutnya Kapendam XVII/Cenderawasih mengungkapkan untuk meyakinkan tindakan pembakaran pasar oleh KST, maka Aparat TNI menerbangkan Drone ke arah bunyi tembakan dan kepulan asap.

"Hasil dari pantauan Drone, terlihat 7 orang KST dengan membawa senjata 1 Pucuk SS1 berada di sekitar Tower Telkomsel dan kepulan asap berasal dari rumah warga yang dibakar," ungkap Kapendam.

"Kemudian pada pukul 10.35 Wit kembali terdengar tembakan pistol sekitar 15 kali dari arah bangunan Gereja atau bawah Aula Negelar Distrik Ilaga yang berjarak sekitar 150 meter dari Pasar Tradisional Ilaga," pungkasnya.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, sekitar pukul 11.48 Wit terjadi aksi mencurigakan 2 orang KST menggunakan 1 unit sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari arah Kampung Kunga, Distrik Gome melintasi Pos Koramil Gome

Baca juga: KKB Papua Ancaman Gubernur dan Para Bupati: Berani Dukung Pemekaran Papua, Kalian Akan Ditembak

"Dikendaraan sepeda motor terlihat membawa tas plastik merah membawa munisi, kemudian aparat TNI mencoba menghentikan dengan tembakan peringatan, namun kedua orang KST berhasil melarikan diri," kata Kolonel Inf Aqsha Erlangga.

"Dari tindakan aparat Gabungan TNI Polri tersebut, menyebabkan 7 orang KST yang berada di sekitar Tower Telkomsel melarikan diri menuju hutan Eromaga, Distrik Omukia.

Lebih lanjut Kapendam XVII/Cenderawasih menjelaskan dari aksi teror KST tersebut tidak ada korban jiwa, namun ada sekitar 4 unit rumah warga masyarakat yang dibakar oleh gerombolan KST yang diantaranya yang sudah terditeksi 1 perumahan di lingkungan SMK N 1 Ilaga dibakar oleh KST dan 1 rumah didekat Tower Telkomsel juga dibakar gerombolan KST.

Warga masyarakat yang berada di kampung Nipuralome, Distrik Ilaga Kabupaten Puncak juga sudah banyak yang mengungsi mengamankan diri ke wilayah di sekitar Pasar Tradisional Ilaga.

"Mari kita himbau bersama agar yang tergabung dalam KST untuk segera sadar hati bahwa tindakannya itu sungguh biadab. Menembak masyarakat termasuk menembak aparat keamanan, adalah tindakan tidak berperikemanusiaan."

Itu sama halnya dengan mengganggu pembangunan yang sedang berlangsung di tanah Papua, melanggar HAM dan tidak dibenarkan oleh agama mana pun, apalagi sekarang adalah hari Minggu yang merupakan hari suci ibadah bagi seluruh umat Kristiani" harap Kapendam XVII/Cenderawasih.

"Saya memohon dan mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar situasi kembali kondusif, aparat keamanan TNI Polri dan masyarakat diberikan keselamatan dari gangguan dan aksi teror KST," tutup Kapendam XVII/Cenderawasih. (*)

Artikel ini telah tayang dengan judul: Serangan Susulan KKB Bikin TNI Belum Bisa Evakuasi Korban Penembakan di Kabupaten Puncak Papua

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved