Berita Belu Hari Ini

Pemkab Belu Segera Inventarisir Data Vaksinasi di Tiap Puskesmas

Pemerintah Kabupaten Belu akan segera menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Kesehatan tentang rencana vaksin ulang bagi masyarakat yang menerima vaksin

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M. Si 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu akan segera menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Kesehatan tentang rencana vaksin ulang bagi masyarakat yang menerima vaksin dosis satu tapi tidak dilanjutkan ke dosis dua. 

Menteri Kesehatan menyebutkan dengan istilah sasaran drop out sehingga harus divaksin ulang sesuai ketentuan yang berlaku. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si saat dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Minggu 20 Febuari 2022 mengatakan, pemerintah akan segera tindak lanjuti surat edaran Kemenkes.

"Kalau itu kita segera tindak lanjuti  ke Kadis Kesehatan untuk menginventarisir data di setiap puskesmas dan segera melaporkan. Kita harus tahu data masing-masing puskesmas karena mereka pasti punya data, berapa yang kedaluwarsa, dosis satu yang tidak lanjut ke dosis dua berapa", jelas Jap, demikian sapan Sekda Belu. 

Baca juga: Ini Tujuan Pemda Belu Lakukan Bimtek Penatausahaan Sistem Informasi Daerah

Lanjut Jap, bagian Sekretariat Daerah belum mendapatkan surat edaran tersebut, namun pemerintah sudah mengikuti perkembangan informasi melalui media sehingga akan segera ditindaklanjuti. 

"Surat edaran belum tahu tapi kita sudah ikuti dari media. Kita respon saja atau antisipasi. Nanti begitu surat datang, kita keluarkan surat untuk tindak lanjut", papar mantan kadis Kominfo ini. 

Untuk diketahui, Menteri Kesehatan RI mengeluarkan Surat Edaran Nomor SR.02.06/II/921 Tahun 2022 tentang pemberian vaksinasi  COVID-19 bagi sasaran Drop Out. 

Ada beberapa poin penting dalam surat edaran tersebut yakni, bagi sasaran yang mengalami drop out dalam waktu lebih dari enam bulan, maka vaksinasi primer harus diulang dan vaksinasinya dapat menggunakan platform yang berbeda dari vaksin semula. 

Baca juga: Pemkab Belu Gelar Vaksin Massal Booster

Bagi sasaran yang mengalami drop out dalam rentang waktu kurang dari enam bulan dapat diberikan vaksin kedua dengan platform yang berbeda sesuai ketersediaan di masing-masing daerah. 

Mengingat saat ini vaksin Sinovac yang didistribusikan jumlahnya terbatas dan diperuntukkan bagi sasaran anak usia 6-11 tahun, maka sasaran yang drop out dapat menggunakan vaksin dengan platform berbeda yang tersedia untuk melengkapi dosis keduanya dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa kedaluwarsa terdekat. (jen).  

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M. Si 
Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M. Si  (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved