Berita NTT Hari Ini

Wabah Demam Berdarah Dengue Nusa Tenggara Timur Makin Bertambah

asus Demam Berdara Dengue (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami penambahan. Belum genap dua bulan diawal tahun 2022, kasus

Editor: Ferry Ndoen
Aetra
ilustrasi demam berdarah 

Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kasus Demam Berdara Dengue (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami penambahan. Belum genap dua bulan diawal tahun 2022, kasus DBD mencapai 1077 penderita dan meninggal 8 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur, dr. Meserasi Ataupah menjelaskan
trend perkembangan kasus DBD per bulan Januari 885 kasus  dan Februari 192 kasus.

"Jika dibandingkan kasus DBD periode Januari-10 Februari 2022 dengan periode Januari-Februari 2021 terjadi peningkatan kasus  58 persen di tahun 2022," kata Meserasi, ketika dihubungi, Jumat 11 Februari 2022.

Untuk kasus kematian, menurut Meserasi, juga tinggi. Kabupaten
Ngada memiliki tiga kasus meninggal dunia, Kabupaten Nagekeo, Sikka, Kota Kupang, Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Barat Daya masing-masing satu kasus meninggal dunia.

Baca juga: Di Sumba Timur, Viktor Laiskodat Mengaku Datang Ke NTT Karena Diperintah Tuhan 

Kasus DBD tertinggi berada di Kabupaten Manggarai Barat dengan jumlah 212 kasus, diikuti Kota Kupang 190 kasus, Sikka 136 kasus, Sumba Barat Daya 97 kasus dan Lembata 78 kasus.

Situasi kasus pada periode yang sama tahun 2021 jumlah kasus DBD periode Januari - 31 Desember 2021 adalah 2.543 kasus dan yang meninggal diketahui sebanyak 14 orang.

Jumlah kasus tahun lalu per bulan Januari 381 kasus, Februari 280 kasus, Maret 323 kasus, April 160 kasus, Mei 106 Kasus, Juni 61, Juli 43 kasus, Agustus 33 kasus, September 45 kasus, Oktober 120 kasus, November 374 kasus, Desember 612 kasus

"Kematian per bulan Januari 3 orang, Februari 1orang, Maret orang, April 1 orang, Mei 3 orang, Juni-November nol kasus dan Desember 4 orang," kata dr. Meserasi.

Baca juga: Umbu Saga Anakaka : Perdamaian Solusi Terbaik

Menurut dia, kasus kematian tersebar tahun 2021 itu terjadi di 7 Kabupaten/Kota yaitu Kab. Ngada 1 orang, Rote Ndao 1 orang, TTU 1 orang, Ende 1 orang, Kota Kupang 3 orang, Flores Timur 2 orang, Sumba Barat Daya 4 orang dan Manggarai Barat 1 orang.

Permasalahan DBD di Provinsi NTT, ujar Meserasi, dibutuhkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD masih rendah. Koordinasi dan kolaborasi dengan lintas sektor belum berjalan dengan baik.

"Pemberantasan sarang nyamuk belum dilaksanakan secara rutin. Penderita DBD yang meninggal  terlambat dibawa ke faskes," katanya.

Menurut dia empat pilar strategi pencegahan dan pengendalian DBD yakni memperkuat surveilans kasus dan surveilans vektor didukung dengan laboratorium yang memadai.

Selain itu, memperkuat penatalaksanaan penderita di fasilitas kesehatan dan meningkatkan pemberantasan vektor secara terpadu bersama masyarakat serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak dalam pencegahan dan penanggulangan KLB DBD.

Pendistribusian Logistik DBD (Abate, Malathion) ke 22 Kabupaten/Kota Januari 2022 telah dilakukan. Kunjungan ke Kabupaten Sikka, Nagekeo, Ngada, Kota Kupang untuk melakukan penyelidikan epidemiologi memutus mata rantai penularan oleh Tim Provinsi bersama tim Kabupaten pada bulan Januari 2022

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved