Berita NTT Hari Ini
Umbu Saga Anakaka : Perdamaian Solusi Terbaik
Bahwa ada masalah dulu, kemudian ada perdamaian, maka itu adalah solusi terbaik. Perdamaian juga adalah tuntutan kemanusiaan,
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM,KUPANG - "Bahwa ada masalah dulu, kemudian ada perdamaian, maka itu adalah solusi terbaik. Perdamaian juga adalah tuntutan kemanusiaan, budaya dan juga agama,".
Hal ini disampaikan Tokoh asal Sumba di Kupang, Drs. Umbu Saga Anakaka, Sabtu 12 Februari 2022 malam.
Menurut Umbu, perdamaian adalah sebuah solusi yang terbaik, sebagai umat beriman, berbudaya, beragama maka saling memaafkan adalah hal yang patut dihargai.
"Menurut saya baguslah, asalkan perdamaian itu dari hati dan bukan formalitas. Jadi sebagai orang beriman dan berbudaya itu sudah baik," kata Umbu.
Baca juga: Di Sumba Timur, Viktor Laiskodat Mengaku Datang Ke NTT Karena Diperintah Tuhan
Dijelaskan, ketika kasus itu twrjadi dan sempat viral sampai ke mana-mana dan dirinya juga sempat mengikuti melalui media.
"Saat itu saya juga berharap kejadian ini segera berakhir dan dilakukan perdamaian. Saat itu banyak orang termasuk saya mengatakan,lebih baik lakukan perdamaian sehingga tidak menjadi masalah yang panjang," katanya.
Dia mengatakan, dirinya tidak mengetahui pasti sehingga mengapa perdamaian itu baru dilakukan saat ini.
"Tapi sebagai orang Sumba yang pernah mendengar masalah itu, kemudian saat ini ada perdamaian,
maka kami berterima kasih, karena itu adalah jalan terbaik yang audah ditempuh," ujarnya.
Dia mengharapkan, dengan adanya kejadian tersebut jangan lagi terulang kedepan.
Baca juga: Hari Ini Digelar Upacara Perdamaian Gubernur Viktor dan Umbu Maramba Hawu Terkait Konflik Kabaru
"Jadi dengan damai itu maka audah selesai. Tapi damai yang dilakukan itu jangan formal, tapi damai dari hati sebagai orang berbudaya dan beragama memang harus begitu," katanya.
Ditanyai apa yang harus dilakukan kedepan oleh pemerintah dan warga di Sumba Timur, Umbu mengatakan, dirinya tidak mengetahui pasti pemicu dan juga kejadian sehingga tidak bisa berkomentar lebih jauh.
"Tapi sebagai orang Sumba sebetulnya hal itu tidak boleh terjadi. Jadi sebagai orang berbudaya dan beragama, sekali lagi saling memaafkan itu solusi terbaik," ujarnya.(*)
Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Serukan Dukungan Presiden Jokowi Tiga Periode
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gubernur-di-sumtim.jpg)