Krisis Ukraina
Perang Dunia 3 Tunggu Hari, Presiden AS Minta Warganya Keluar dari Ukraina, Tak Berdaya di Rusia
Dua kekuaan besar dunia kini sudah berhadap-hadapan secara militer di perbatasan Rusia dan Ukraina Piha rusai sejauh ini sudah
POS KUPANG.COM - Dua kekuaan besar dunia kini sudah berhadap-hadapan secara militer di perbatasan Rusia dan Ukraina
Piha rusai sejauh ini sudah mengirimlan lebih dari 100 ribu pasukan bersara peralatan perang termasu kapal perang dan jet tempur
Sementara Amerika dan NATO juga sudah bersiap dan mempersenjatai Ukraina yang diduga bakal diserbu Rusia
Sementara itu Presiden Amerika Serikat Joe Biden, telah mendesak warganya di Ukraina untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Hal itu dikarenakan adanya ancaman invasi Rusia di tengah krisis yang sedang berlangsung di Eropa Timur.
Jika terjadi aksi militer Rusia, Departemen Luar Negeri AS menyebut tak bisa melakukan evakuasi warga.
Baca juga: Penarikan Pasukan Asli Rusia dari Daerah Perbatasan Ukraina Dapat Meredakan Ketegangan
Oleh karenanya pemerintahan AS mendesak agar warganya segera keluar sebelum terjadi perang.
“Warga Amerika harus pergi sekarang,” kata Joe Biden dalam wawancara yang direkam sebelumnya dengan NBC News yang dirilis pada hari Kamis (10/2/2022), dikutip Sosok.ID dari Al Jazeera.
“Ini tidak seperti kita berurusan dengan organisasi teroris," tambah dia.
Menurut Joe Biden, jika warganya tidak segera menyelamatkan diri, situasi buruk akan terjadi ketika invasi dilakukan.
"Kita berhadapan dengan salah satu tentara terbesar di dunia. Ini situasi yang sangat berbeda dan segalanya bisa menjadi gila dengan cepat," tegas Joe Biden.
Baca juga: Rudal Hipersonik Amerika Jadi Bahan Tertawaan Rusia dan China, Padahal AS Sudah Sesumbar ini
Bukan itu saja, Biden juga mengulangi bahwa dalam keadaan apa pun dia tidak akan mengirim pasukan AS ke Ukraina, bahkan untuk menyelamatkan warga AS jika terjadi invasi Rusia.
“Itu perang dunia. Ketika orang Amerika dan Rusia mulai menembak satu sama lain, kita berada di dunia yang sangat berbeda,” katanya.
Invasi Dapat Terjadi Kapan Saja
Komentar Joe Biden muncul ketika Departemen Luar Negeri AS, dalam catatan perjalanan yang diperbarui pada hari Kamis, menyarankan warga untuk meninggalkan Ukraina dan mendesak mereka yang tetap berhati-hati karena "potensi operasi tempur jika Rusia mengambil tindakan militer".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/joe-biden-tertuduk-sebelum-menjelaskan-mengenai-13-tentara-amerika-tewas-di-afganistan.jpg)