Berita Nasional

Mulai Tahun Ajaran Baru 2022/2023 Tak Ada Lagi Jurusan IPS, IPA dan Bahasa di SMA, Ini Penjelasannya

Mulai tahun ajaran baru 2022/2023 nanti, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberlakukan kurikulum baru.

Editor: Frans Krowin
kompas.com
Mendikbud Ristek RI, Nadiem Makarim 

POS-KUPANG.COM - Mulai tahun ajaran baru 2022/2023 nanti, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberlakukan kurikulum baru.

Dalam kurikulum baru tersebut, tak ada lagi kelompok siswa yang terbagi dalam jurusan sebagaimana yang berlaku selama ini.

"Tak ada lagi jurusan IPA, jurusan IPS atau jurusan Bahasa. Siswa belajar tanpa kelompok peminatan."

Dalam tahun ajaran baru tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Riset) telah menyiapkan Kurikulum Merdeka bagi siswa.

"Para siswa silahkan memilih mata pelajaran yang sesuai. Jadi siapsiap menyesuaikan pembelajaran baru."

Dengan demikian kegiatan belajar siswa di SMA, pasti akan berubah sesuai kurikulum baru tersebut.

Baca juga: Nadiem Makarim Ucap Selamat untuk Peserta PPPK yang Lulus, Ada Solusi Guru Honorer yang Tak Lulus

"Jadi sudah dipersiapkan wajah baru untuk sistem sekolah SMA di Kurikulum Merdeka," ujarnya.

Nadiem mengatakan, Kurikulum Merdeka atau sebelumnya disebut Kurikulum Prototipe, akan memberikan otonomi dan kemerdekaan kepada siswa dan sekolah.

Contohnya, kata Nadiem, nantinya di sekolah SMA, tidak akan ada lagi jurusan atau kelompok peminatan seperti IPA, IPS atau Bahasa.

“Nanti, di dalam program SMA, sesuai Kurikulum Merdeka, tidak ada lagi program peminatan."

"Ya tidak ada lagi jurusan, kejuruan atau peminatan,” kata Nadiem secara virtual, Jumat 11 Februari 2022.

Nanti, lanjut Nadiem, siswa bebas memilih mata pelajaran yang diminatinya dalam dua tahun terakhir, sebelum menamatkan pendidikan di bangku SMA.

Siswa, lanjut Nadiem, tidak lagi akan terkatagorikan dalam kelompok jurusan IPA dan IPS, atau Bahasa.

“Ini salah satu keputusan atau choice atau pemilihan yang bisa diberikan kemerdekaan bagi anak-anak kita yang sudah mulai masuk dalam umur dewasa untuk bisa memilih,” ucapnya.

Adapun Kurikulum Merdeka dapat mulai digunakan di tahun ajaran 2022/2023.

Baca juga: Tekad dan Harapan Nadiem Makarim Usai Dilantik Jadi Mendikbud-Ristek

Sekolah juga tidak akan dipaksakan untuk mengikuti kurikulum itu. Namun diberi kebebasan untuk memilih kurikulum yang sesuai kesiapannya.

Menurut Nadiem, konsep Kurikulum Merdeka juga sudah banyak dipakai di negara-negara maju.

Selain itu, menurut Nadiem, guru akan diberikan kewenangan dalam menentukan alur pembelajaran melalui kurikulum baru tersebut.

“Jadinya guru ini bisa memilih kalau misalnya guru itu merasa dia mau lebih cepat, itu bisa."

"Kalau guru itu merasa dia mau pelan-pelan dikit untuk memastikan dari ketinggalan, juga bisa,” kata Nadiem.

Selanjutnya, Nadiem juga mengatakan, Kurikulum Merdeka yang dirancang lebih sederhana dan fleksibel akan semakin membuat siswa lebih aktif.

Sebab, ia melanjutkan, jenis-jenis aktivitas yang ada dalam kurikulum ini lebih relevan dan banyak memberikan ruang untuk tugas berbasis proyek atau project base.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim Tantang Mahasiswa Mengajar di SD Terpencil, Kamu Berani? Simak Syaratnya 

“Ini adalah skill-skill yang akan dibutuhkan anak itu pada saat dia keluar. Dia harus bisa bekerja secara kelompok,” kata Nadiem.

“Dia harus bisa menghasilkan suatu hasil karya. Dia harus bisa berkolaborasi dan memikirkan hal-hal secara kreatif,” imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang dengan judul: Nadiem Makarim Terapkan Kurikulum Merdeka, Tahun Ajaran Baru Tak Ada Lagi Jurusan IPA dan IPS di SMA

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved