Berita Nasional
Ganjar Banjir Kritik Pedas Akibat Wadas Memanas, Rizal Ramli Sebut Modal Pencitraan Doang
Sejumlah tokoh nasional menyerang Ganjar melalui media sosial, termasuk di antaranya adalah Dr Rizal Ramli.
POS-KUPANG.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuai kritik pedas pasca konflik memanas yang terjadi di Desa Wadas Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu 9 Februari 2022.
Sejumlah tokoh nasional menyerang Ganjar melalui media sosial, termasuk di antaranya adalah Dr Rizal Ramli.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI ini menyindir Ganjar yang selalu menyebut dirinya pro rakyat.
"Tanah subur, banyak air, rakyat hidup damai dari hasil tanahnya. Dirampas haknya dan ditangkap demi investor pertambangan andesit? Ganjar mana eu?? Katanya pro-rakyat?" tulis Rizal Ramli di akun twiternya @RizalRamli, dikutip POS-KUPANG.COM, Kamis 10 Februari 2022.
Baca juga: Warga Wadas Jateng Curhat ke Ganjar: Takut Lahan Tidak Dibayar
Ia juga menyebut Ganjar hanya bermodal pencitraan. "Ini Ganjar Pranowo modal pencitraan doang, pakai kontrak media dan borong PollsteRP seolah-olah merakyat dan prorakyat,, eh rakyat Wadas, Jateng, malah ditangkapin, kepiye?" tulis @RizalRamli.
Rizal Ramli mengomentari berita sebuah media online dengan judul
Bela Warga Desa Wadas, ProDEM Desak Ganjar Pranowo Cabut IPL Biang Kerong.
Rizal Ramli juga mengatakan, belum menjadi Presiden RI tapi Ganjar sudah berpihak pada investor.
"Memang seh Gokil Parah. Ganjar lebih berpihak pada investor daripada RAKYATNYA, dia membiarkan seniman besar YAYAT YATMIKA dan seluruh warga DESA WADAS ditangkap aparat..!! Bayangkan! belum jadi Presiden sudah begini sikapnya, apalagi sudah jadi...," tulis @RizalRamli lagi.
Baca juga: Rizal Ramli Cap Sri Mulyani Sebagai SPG Bank Dunia, Pemicunya Bukan Pembayaran THR ASN Tapi Soal Ini
Rizal Ramli juga mengeritik Kompas TV. Dia mengomentari berita Kompas TV mengenai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo buka suara terkait pengukuran lahan di Desa Wadas Kecematan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ganjar menyebut petugas kepolisian dihadirkan untuk melakukan pengamanan lokasi.
"Kompas TV bisa2nya nemuat penbjelasan yg ngeles dan tidak benar. Memang Kompas TV terlalu sering jadi jurubicara Oligarki. Kalau yg bela rakyat,, pasti di- potong/di-cut. Pembela Oligarki diberi ruang esluas-luasnya, Payah," tulis @RizalRamli.
Dilansir dari Tribunnews.com, konflik yang terjadi di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terkait pembebasan lahan. Masyarakat enggan membebaskan lahan untuk penambangan batu andesit yang akan digunakan untuk pembangunan waduk di Kabupaten Purworejo itu.
Baca juga: Panas Rizal Ramli Sindir Jokowi Gegera Ini Sebut Ayah Gibran Begini, Ferdinand Hutahaean Balas Telak
Alasannya, karena takut pemerintah ingkar janji dan tidak dibayar atas lahan yang sudah digusur. Sebagian tanah warga telah diukur Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan dikawal aparat kepolisian.
Mobil patroli polisi tampak lalu lalang di jalan desa. Tapi jumlah pasukan itu tidak sebanyak hari sebelumnya saat terjadi ketegangan warga dengan aparat.
Kunjungan rombongan Gubernur Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng ke Balai Desa Wadas, pun tidak mendapat perlawanan dari warga yang kontra pengukuran.
Sejumlah warga berkumpul di teras rumah warga di persimpangan dusun. Mereka ternyata warga yang tanahnya selesai diukur.
Baca juga: Gugatannya Ditolak MK, Rizal Ramli Sebut Demokrasi Indonesia Merupakan Demokrasi Kriminal
Wagiman mengatakan, tanahnya seluas 1.300 meter persegi telah selesai diukur. Ia mengaku tak masalah tanahnya dibeli untuk pembangunan waduk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ganjar-pranowo-temui-warga-wadas.jpg)