Berita Nasional

Puan Kesal Ada Gubernur Tak Sambut Kehadirannya di Daerah, Sindir Ganjar Pranowo?

Puan bertanya-tanya kenapa bisa ada gubernur seperti itu. Padahal, ia merupakan Ketua DPR ke-23 sejak 1945.

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUNNEWS.COM
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo 

"Kita harus tahu ukuran baju kita. Kalau ukurannya S ya S, kalau ukuranya M ya M, kalau Large ya Large. Nggak boleh juga terlalu ketat dan juga longgar. Supaya apa? Supaya tahu diri. Jangan sampai teman makan teman," ungkapnya.

"Saya kadang-kadang suka nyelesin gitu, kalau apa kita udah mati-matian kerja berjuang untuk dia, tiba-tiba begitu jadi dia lupa sama kita," kata Puan.

Baca juga: Sosok Ini Nilai Puan Maharani Miliki Keistimewaan sebagai Politisi Perempuan

Dalam rapat koordinasi itu, Puan mengaku bangga dengan apa yang dicapai PDI-P Sulut. Dia pun memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Sulut Olly Dondokambey, yang mampu membawa PDI-P menguasai Sulut.

"Makanya saya bilang kemajuan saat ini di kepemimpinannya Pak Olly. Saya lihat gitu, di mana kita dari merangkak sampai akhirnya bisa seperti ini," kata Puan.

Puan menyebut, di Sulawesi ini akhir-akhir ini jadi warna merah. Dia yakin PDI-P bisa berkuasa saat ini karena soliditas partai.

"Pasti karena soliditas. Kunci daripada kemenangan itu adalah soliditas. Ada pemimpin yang bisa merangkul dan membuat semua itu satu barisan. Di situ saya lihat, di setiap tempat ada pimpinan kuat pasti itu kita satu barisan," ujarnya.

Baca juga: Ketua DPR RI, Puan Maharani Tanam Padi saat Hujan, Susi Pudjiastuti Sindir Begini, Cuitan Susi Viral

Sulut menjadi salah satu contoh yang bisa ditampilkan ke daerah lain bagaimana kepemimpinan eksekutif, legislatif dan partai bisa berjalan bersamaan.

"Ini yang saya sampaikan kepada Pak Ketua DPD, kalau bicara di tempat pertemuan kepala daerah sampaikan gimana caranya supaya itu bisa berjalan di semua tempat," kata Puan.

Sebelumnya, kader PDI-P Ganjar Pranowo tidak hadir dalam acara penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024 yang digelar di Kantor DPD PDI-P Jateng, di Panti Marhaen Semarang, Sabtu 22 Mei 2021.

Ketua DPP PDI-P Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto mengatakan, Ganjar tak diundang dalam acara itu karena dianggap berseberangan perihal langkah pencapresan di 2024.

Baca juga: BREAKING NEWS - Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kritik Ketua DPR Puan Maharani

Bambang menilai Ganjar terlalu berambisi maju sebagai capres. Menurutnya, DPD PDI-P sebenarnya sudah memberikan sinyal bahwa sikap Ganjar yang terlalu berambisi dengan jabatan presiden tidak baik.

Di satu sisi, belum ada instruksi dari Ketua Umun PDI-P Megawati Soekarnoputri terkait pencapresan. "Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (Kalau kamu pintar, jangan sok merasa pintar)," kata Bambang kepada wartawan usai acara pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di kantor DPD PDI-P Jawa Tengah, Semarang, Sabtu malam.

Ganjar Pranowo juga mengaku tak diundang saat acara PDI-P yang juga dihadiri Ketua DPP PDI-P Puan Maharani di Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: Segini Jumlah Kekayaan Puan Maharani dan Ganjar Pranowo, Bak Bumi dan Langit, Siapa Lebih Kaya?

"Saya tidak diundang (acara PDI-P)," kata Ganjar lewat pesan singkat, Minggu 23 Mei 2021.

Ganjar menjelaskan, jika diundang, tentu saja sebagai kader "banteng moncong putih" dia akan hadir. "Sebagai kader wajib hadir," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved