Timor Leste

26 Pengamat dari Uni Eropa Akan Tiba di Timor Leste untuk Memantau Pemilihan Presiden

Belo menjelaskan EOM dari UE telah menjadi mitra tetap karena sejak Timor Leste menyelenggarakan pemilu tahun 2002

Editor: Agustinus Sape
TATOLI
Presiden Komisi Pemilihan Umum Timor Leste, José Belo 

26 Pengamat dari Uni Eropa Akan Tiba di Timor Leste untuk Memantau Pemilihan Presiden

POS-KUPANG - Presiden Komisi Pemilihan Umum Timor Leste, José Belo mengatakan, Election Observation Mission (EOM) akan datang ke Timor Leste untuk melakukan pemantauan langsung terhadap pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan pada 19 Maret 2022.

“Kami telah diberitahu oleh Uni Eropa bahwa Markas Uni Eropa di Brussel akan mengirim 26 pengamat untuk memantau Pemilihan Presiden. Mereka telah siap untuk datang ke Timor Leste pada Februari ini untuk mengamati proses pemilihan Presiden yang akan berlangsung pada 19 Maret, Belo mengatakan kepada Tatoli di ruang pertemuan Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama di Praia dos Coqueiros, Dili Kamis 3 Februari 2022.

Belo menjelaskan EOM dari UE telah menjadi mitra tetap karena sejak Timor Leste menyelenggarakan pemilu tahun 2002, kantor pusat UE di Brussel selalu mengirimkan pengamat untuk memantau secara langsung proses Pemilu di Timor Leste.

“Atas nama Pemerintah saya mengucapkan terima kasih kepada Uni Eropa  di Timor Leste yang selalu bekerja sama dengan CNE (National Election Commiss)ion dan STAE untuk menjalankan pemilu di Timor Leste dengan tujuan untuk melaksanakan pemilu yang transparan berdasarkan nilai prinsip demokratisasi di Timor-Leste,'' kata Belo.

Baca juga: Timor Leste Mencatat Dua Kasus Omicron untuk Pertama Kalinya

Duta Besar Uni Eropa di Timor Leste, Andrew Jacobs, menginformasikan bahwa delegasi EOM akan tiba di Timor Leste pada akhir Februari untuk melakutan pengamatan langsung pemilihan Presiden yang akan berlangsung pada 19 Maret 2022.

“Pemantau dari UE masih dalam tahap diskusi dan mereka akan datang ke Timor Leste pada akhir Februari. Saat ini saya masih belum tahu ketua delegasi EOM karena Markas Besar UE di Brusel masih melakukan persiapan,” kata Jacobs.

Jacob mengapresiasi Pemerintah Timor Leste khususnya Kementerian Tata Negara yang telah mengundang Uni Eropa untuk memantau pemilihan presiden di Timor Leste untuk memastikan pemilihan yang transparan berdasarkan prinsip-prinsip demokratisasi di Timor Leste.

Debat Pilpres

Presiden Komisi Pemilihan Umum (KPU) Timor Leste José Belo menginformasikan bahwa CNE akan menyelenggarakan debat Pilpres dengan mengundang semua calon Presiden untuk memperdebatkan visi dan misi sebelum melakukan pemilihan Presiden pada 19 Maret 2022.

“Debat capres akan diadakan dalam waktu dekat setelah pencalonan resmi Presiden diumumkan oleh Pengadilan Tinggi,” kata Belo kepada Tatoli di kantor CNE Kai-Koli, Dili, hari ini.

Belo menjelaskan, debat capres harus dilakukan untuk menjelaskan visi dan misi kepada publik agar publik dapat menilai dan memilih kandidat yang berkualitas untuk menjamin proses demokratisasi di Timor-Leste.

CNE akan berkoordinasi dengan akademisi dan pihak terkait untuk melakukan debat capres, dengan harapan debat capres dapat menghadirkan program yang baik melalui visi dan misi sebelum Pilpres berlangsung.

“Kita ingin pemilu yang transparan berdasarkan norma demokrasi di Timor-Leste, dengan debat capres, para pemilih akan mendampinginya melalui siaran langsung televisi dan kemudian memilih Presiden yang berkualitas sesuai dengan harapan pemilih,” kata Belo.

Sumber: tatoli.tl

Berita terkait Timor Leste

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved