Imlek 2022

Sabagai Warisan Leluhur, Tradisi Imlek Kerap Dilakukan PSMTI NTT

Ketua PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Nusa Tenggara Timur, Hengki Liyanto mengatakan Imlek

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM / Mario Giovani Teti
Hengki Liyanto Ketua PSMTI NTT (Tengah), Wakil Ketua Bidang Pengembangan Perdagangan Krissantus Fulbertus (bagian Kiri Pak Hengky), dan Sonny Tamara Bendahara PSMTI NTT (bagian Kanan Pak Hengky), dan Mulyono Subroto Sekretaris PSMTI Kota Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
 
POS-KUPANG.COM ,KUPANG - Ketua PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Nusa Tenggara Timur, Hengki Liyanto mengatakan Imlek adalah warisan leluhur Negara Tiongkok. 

Hal ini dijelaskan Hengky disaat pertemuan PSMTI bersama wartawan di Subasuka Paradise, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Seperti yang kita ketahui acara imlek ini ialah warisan leluhur negara Tiongkok yang sudah ada sejak 3500 tahun yang lalu," ucap Hengki saat diwawancarai wartawan, Sabtu 29 Januari 2022, di Subasuka Paradise, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Hengki lanjut menjelaskan, Dinasti Shang yang menyelenggarakan gelaran Imlek awal. Gelaran ini, ditandai dengan upacara pengorbanan untuk menghormati dewa dan leluhur pada awal atau akhir setiap tahun. 

Baca juga: Ini Penjelasan Sekretaris PSMTI Kota Kupang Mengenai Program-Program Saat Pelantikan

Baginya, gelaran itu sudah dimulai sejak 1600 SM. Sejarah adanya peringatan akan hari raya Imlek ini, sebagai tanda ucapan kehormatan kepada Tuhan dan leluhur dan juga ada tanda ucapan syukur atas hasil bumi yang diwarisi turun temurun waktu itu (zaman dinasti Shang) hingga sampai di Indonesia saat ini.

"Kami suku Tionghoa yang lahir di Indonesia tentu yang mati juga di Indonesia adalah NKRI. Negara kami adalah NKRI. Imlek yang dirayakan hanya sebagai adat untuk mengenang leluhur kami orang-orang Tionghoa," tandasnya

Ia bersyukur dan dan berterima kasih kepada almahrum Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gusdur) yang sudah menetap hari raya Imlek ini, sebagai hari libur nasional. Hal itu sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri .

Tanggal 3 Februari 2022 nanti, menurut Hengki, agenda acara yang dibuat selain pelantikan ketua, serta pengurus baru, PSMTI NTT juga akan menggelar acara Imlek dan mungkin tidak terlalu banyak acaranya dikarenakan adanya pandemi covid-19.

"Biasanya, Imlek-Imlek sebelumnya, ada 600-900 kesenian yg kita datangkan dari Tiongkok tpi kali ini tidak," katanya

Hengki menerangkan bahwa kali ini, PSMTI NTT akan mendatangkan penyanyi-penyanyi lokal semua dan kira-kira tidak banyak, mungkin hanya 150 orang. Pihak PSMTI juga pasti menjaga protokol kesehatan serta PSMTI sudah mengurus surat ijin untuk melaksanakan hari raya Imlek. 

"Kita akan selalu mendukung pemerintah dengan keadaan pandemi covid-19, kita harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19," katanya

Mengukuhkan Pelantikan Pengurus PSMTI Kota Kupang
Berkaitan dengan akan dikukuhkannya pelantikan dari saudara Fransisco Bernardo Bessi sebagai ketua PSMTI Kota Kupang setalah adanya Muskot (Musyawarah Kota) III pada tanggal 26 Januari, yang sudah ditentukan Fransisco sebagai ketua dan sudah dideklarasikan, PSMTI akan mengadakan pelantikan pada tanggal 3 Februari 2022.

"Nantinya tanggal 3 Februari akan dilantik dan diacarakan bersamaan dengan perayaan Imlek," ucap Hengki

Ia berharap, tanggal 3 Februari 2022 nanti PSMTI dari kota Kupang menyampaikan hasil-hasil muskot dan agenda acara pelantikan sekalian dengan acara imlek.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved