Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Selasa 25 Januari 2022: Pergilah, Beritakanlah!

Inti pokok sabda perutusan Yesus terletak dalam kata-kata ini, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik, Selasa 25 Januari 2022, Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul: Pergilah ... Beritakanlah! (Markus 16:15-18)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Inti pokok sabda perutusan Yesus kepada para murid-Nya terletak dalam kata-kata ini, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Mrk 16:15).

Hemat saya, rangkaian kata perutusan itu kiranya bisa dibaca setidaknya dalam dua pengertian ini.

Pertama, kata-kata itu merupakan sabda pelepasan. Lantaran sudah tinggal dan hidup bersama Dia sekian tahun, sudah diajar dan dididik secara intens sekian lama, saatnya para murid harus dilepas pergi untuk menjalankan tugas, mengamalkan apa yang sudah diajarkan.

Arti ini menjadi semakin Kuat karena konteks sesudah kebangkitan dan sebentar lagi Ia akan kembali ke surga. Maka para murid harus dilepas dan bertugas untuk melanjutkan karya perutusan-Nya.

Agaknya dunia pendidikan akrab dengan acara pelepasan. Setelah para murid dididik, diasuh dari tahun pertama hingga tahun terakhir; dari tingkat dasar sampai tingkat mahir; para guru, coach atau tutor akan mengutus mereka, melepaskan mereka ke tengah dunia pengabdian, dunia karya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 22 Januari 2022: Tuduhan

Dalam acara wisuda yang sekarang ini juga akrab dibiasakan untuk anak-anak TK, ada kata-kata pelepasan yang bermakna perutusan bagi para murid yang barusan tamat.

Di lingkungan ordo, konggregasi juga terbiasa dengan acara perutusan seperti ini. Para misionaris yang akan dikirim bertugas ke tanah misi, akan menerima salib misi diiringi kata-kata perutusan oleh pimpinannya.

Kedua, kata-kata itu sesungguhnya juga bermakna suruhan bahkan perintah. Suruhan atau perintah diberikan, karena di dalamnya terkandung kepentingan, urgensi, dan juga kemendesakan, sehingga harus dilaksanakan.

Bisa juga menunjukkan keharusan lantaran tugas itu tidak dijalankan, atau memang dijalankan tapi tidak tuntas, tidak optimal.

Makanya ada suruhan atau tegasnya perintah yang tertuang dalam kata kerja "pergilalah", "beritakanlah".

Pengertian yang terakhir berkandung perintah ini kiranya lebih tertuju kepada diri saya.

Harus diakui saya memang sudah menjalankan tugas Sang Guru untuk pergi bertugas. Tapi terkadang pergiku tak sepenuh hati, tugas yang saya jalankan belumlah tuntas, kurang optimal.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 24 Januari 2022: Fitnah

Saya memang pergi memberitakan Injil, Kabar Baik, tapi baru sebatas kalangan kerabat, orang-orang yang saya kenal. Ada rasa cemas, takut yang menghantui diri saya sehingga belum menjangkau tetangga, komunitas lain. 

Dalam konteks ini, seluruh dunia bermakna simbolik, melambangkan seluruh jagat, melingkupi segenap bidang, menjangkau semua orang dan menyentuh segenap makhluk.

Saya tahu bahwa ada teman yang menjadi penyayang binatang. Ada rekan yang membaktikan diri untuk merawat tanaman, mengelola terumbu karang. Saya kagum dengan sahabatku yang luwes bergaul dan terlibat dalam aksi lintas iman.

Masih banyak lagi contoh dan teladan hidup yang secara kasat mata terlihat jelas di hadapanku. Ada banyak kreativitas dan inovasi yang diperlihatkan di hadapanku dan mengundang decak kagum.

Berbarengan dengan itu, tampil orang-orang ahli yang dengan jeli memberikan ulasan dan prediksi tentang perkembangan yang tak terelakkan. Ada yang tak pernah berhenti bicara tentang disruption, bitcoin, robotik, dan sebagainya. Ada pula yang mulai mendengungkan tentang metaverse.

Maka saya ingin dan bertekad serius merenungkan lebih dalam dan menemukan aplikasi konkret kata-kata perintah Sang Guru untukku hari ini, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk".

Tapi ada satu hal lain yang tak kalah penting. Perintah Sang Guru, "Pergilah ... beritakanlah ..." ternyata selalu terulang.

Ini menyadarkan saya bahwa di saat awal perutusan saya begitu bersemangat, penuh idealisme. Semua tampak baik-baik saja, bekerja tanpa kenal lelah dan tanpa batas. Saya berusaha bahagia dan memperlihatkan sukacita dalam tugas pelayanan.

Semua tampak sangat baik sampai suatu saat saya "ditempatkan" dalam sebuah ujian. Saya diutus pergi ke suatu tempat dengan tugas yang tak sesuai dengan minat dan idaman saya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Selasa 25 Januari 2022: Tiada Yang Mustahil Bagi Tuhan

Ada yang menyebut keadaan itu sebagai "berada dalam posisi yang menuntut lebih dari sisi kelemahan daripada kekuatan".

Pertanyaan penting untuk diriku, apakah saya tetap mendengarkan kata-kata perutusan Sang Guru, "Pergilah ... beritakanlah?" *

Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 25 Januari 2022:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 22:3-16

"Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan."

Pada waktu itu Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini.

Aku dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.

Aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.

Tentang hal itu baik Imam Agung maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian.

Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik, dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang ada di situ, dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.

Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah dari langit cahaya yang menyilaukan mengelilingi aku.

Maka rebahlah aku ke tanah, dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku, Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?

Jawabku, Siapakah Engkau, Tuhan?

Kata-Nya, Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.

Mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidaklah mereka dengar.

Maka kataku, Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

Kata Tuhan kepadaku, Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.

Sebab aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik.

Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang hidup menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.

Ia datang berdiri di dekatku dan berkata, Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah!

Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.

Lalu katanya, Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar, dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.

Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan kaudengar. Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1.2

Refrein: Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!

1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!

2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16

Refrein: Alleluya, alleluya, alleluya

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.

Bacaan Injil: Markus 16:15-18

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil."

Sekali peristiwa Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved