Berita Sumba Timur
Lima Hari Dirawat di RSUD Umbu Rara Meha, Korban Penganiayaan Anak Kandung Dipulangkan
Setelah Lima Hari Dirawat di RSUD Umbu Rara Meha, Korban Penganiayaan Anak Kandung di Waibakul Dipulangkan
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Setelah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha Waingapu, Sumba Timur selama lima hari, pasien Umbu Roma Runu Wali (58) akhirnya diperbolehkan pulang.
Umbu Rona Runu Wali yang merupakan korban penganiayaan oleh anak kandung di Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah itu telah dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha Waingapu, Sumba Timur setelah dirujuk dari Sumba Tengah pada Sabtu, 15 Januari 2022.
Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Rudi Damanik melalui Kepala Bidang Pelayanan, Petrus Domu Wora, SKM mengatakan, pasien Umbu Roma Runu Wali yang dirawat intensif telah sembuh dan diperbolehkan pulang.
"Pasien sudah sembuh dan sudah diperbolehkan pulang kemarin sore (Kamis)," terang Petrus Domu Wora kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 21 Januari 2022 sore.
Baca juga: Ayah Korban Penganiayaan Anak Kandung di Waibakul Dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu
Pasien tersebut, kata dia, mendapat penanganan secara baik oleh para petugas medis dan dibawah pengawasan dr. Andre selalu dokter bedah.
Petrus Domu Wora menyebut pasien asal Desa Tarung Majaga, Kecamatan Katikutana Selatan itu dirawat di ruang Bougenville selama di RSUD Umbu Rara Meha.
Sebelumnya diberitakan, Ihwal penganiayaan tersebut, bermula ketika korban yang sedang berbelanja di toko counter handphone (HP), Rizky Cell Waibakul didatangi anak dan menantunya, Jumat, 14 Januari 2022 sekitar pukul 13.00 Wita.
Anak bungsu dari dua bersaudara atas nama Saktiawan Umbu Kura Lena itu meminta uang, ATM beserta pin pada bapaknya. Saat itu, korban akan membayar biaya pembelian Handphone.
Baca juga: Kapolsek Katikutana Sumba Tengah: Pelaku Penganiayaan Ayah Kandung Sudah Diamankan
"Mereka minta uang, ATM dan pinnya. Dan bapa sementara mau bayar HP, jadi mereka tiba-tiba datang, bicara minta ATM dan pin, karena si korban tidak kasih, jadi si anak langsung pukul dan seret keluar, injak sampai korban tidak sadarkan diri," ujar salah satu kerabat korban kepada POS-KUPANG.COM.
Korban yaang sempat pingsan setelah mendapat penganiayaan di counter, ditolong keluarga dan dibawa pulang ke rumah.
Namun pelaku masi mengikuti hingga ke rumah dan kembali menganiaya korban hingga pingsan. Korban yang pingsan ditinggalkan begitu saja oleh anak dan menantunya.
Korban sempat dirawat di RSUD Waibakul. Namun karena kondisi korban kejang-kejang dan tidak sadarkan diri maka dirujuk ke RSUD umbu Rara Meha, Sumba Timur. (*)