Berita Lembata
Bupati Lembata : Pelaku Eksplore Budaya Lembata Berasal Dari Masyarakat Adat
Roh utama dari kegiatan ini menurutnya adalah untuk mengangkat nilai-nilai yang luntur di tengah masyarakat.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Bupati Lembata Thomas Ola Langoday menyebutkan kegiatan eksplorasi budaya Lembata berasal dari masyarakat, bukan program yang turun dari pemerintah itu sendiri.
"Kita coba menggali informasi dari masyarakat dan ini ide yang muncul dari masyarakat kita. Nilai-nilai yang lenggang ini yang mau kita angkat kembali," ungkap Bupati Thomas saat rapat koordinasi bersama panitia di Aula Kantor Bupati Lembata, Selasa, 18 Januari 2022.
Menurut dia, masyarakat, komunitas adat dan sanggar-sanggar seni adalah pelaku dari acara eksplore budaya Lembata. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi.
Baca juga: Toilet Jorok di Lokasi Wisata Pantai Wulen Luo Lembata
Di samping itu, pihaknya berupaya meminimalisasi acara eksplore budaya Lembata dari pengaruh luar.
Bupati Thomas ingin acara budaya ini didominasi oleh masyarakat dan tetap mempertahankan keaslian dari setiap atraksi budaya yang ditampilkan.
Lebih jauh, dia mengatakan tujuan jangka panjang dari eksplore budaya ialah program ini mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk jadi muatan lokal di sekolah atau ditulis dalam buku menjadi muatan nasional.
Baca juga: Jenazah Petinju Topan Hurek Akan Tiba di Lembata Hari Ini
"Karena nilai-nilai dalam budaya di Lembata bisa berlaku di seluruh Indonesia," tandasnya.
Roh utama dari kegiatan ini menurutnya adalah untuk mengangkat nilai-nilai yang luntur di tengah masyarakat.
Bupati Thomas mengajak masyarakat untuk hidup selaras alam atau berdamai dengan alam.
Baca juga: Jenazah Petinju Topan Hurek Akan Tiba di Lembata Hari Ini
"Hari-hari ini terjadi banjir bandang di mana-mana, erupsi gunung, terjadi longsoran, gelombang pasang, pertanyaannya, apakah kita sudah hidup selaras alam atau berperang lawan alam. Pohon sudah kita tebang, batu kita sudah ambil, di laut juga, bakau sudah ditebang. Saya minta mari kita hidup selaras alam, berdamai dengan alam. Yang kita lakukan ini untuk anak cucu kita," tegasnya.
Acara eksplore budaya Lembata akan digelar pada 7 Februari-7 Maret 2022 di 10 titik di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Lembata. (*)