Rabu, 22 April 2026

Berita Malaka

"Tamu tak Diundang" Terobos ke Pemukiman Warga di Malaka Barat

"Tamu tak diundang" alias banjir menerobos masuk ke wilayah Kecamatan Malaka Barat menggenangi pemukiman dan lahan pertanian terutam

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/HO-JOGER.
LUAPAN BANJIR - Luapan banjir dari irigasi Benenai menggenangi rumah dan lahan pertanian milik warga di Kecamatan Malaka Barat, Sabtu 15 Januari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN - "Tamu tak diundang" alias banjir menerobos masuk ke wilayah Kecamatan Malaka Barat menggenangi pemukiman dan lahan pertanian terutama milik warga Desa Rabasa dan Rabasa Haerain.

Luapan banjir melewati irigasi Bendungan Benenai karena dibukanya kembali pintu air bendungan sehingga melebihi kapasitas saluran irigasi.

Hasil pantauanP di lapangan, Sabtu 15 Januari 2022, luapan banjir dari irigasi Benenai merendam rumah dan kebun warga di Dusun Tubas Laran (Wemean), Desa Rabasa dan Dusun Halimalaka di Desa Rabasa Haerain.

Warga mengaku,  kondisi seperti ini sudah terjadi sejak empat hari lalu. Kondisi ini membuat warga resah. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, maka bisa terjadi masalah sosial seperti wabah penyakit. 

Baca juga: Adrianus Saju Dilantik Jadi Kepala Desa Woloede, Begini Pesan Bupati Nagekeo

"Sudah 4 hari. Kalau hari ini agak baik karena air lebih jernih. Sebelumnya air keruh dan berlumpur. Kalau seperti ini kami masyarakat kecil ini susah,"  ujar Servas Tahu, warga Wemean, Desa Rabasa. 

Servas Tahu menambahkan,  saat ini warga sudah terlanjur tanam jagung dan tidak tanam padi karena saluran rusak. 

"Lalu kalau sekarang jagung sudah berbunga baru air datang maka otomatis gagal panen.  Saat ini warga tidak butuh air. Jadi tolong petugas bendung atasi ini dulu agar jangan terjadi luapan di irigasi," tambah Servas.

Hal yang sama  diungkapkan Firmindus Bere, warga Wemean, Desa Rabasa. Menurutnya, banjir luapan irigasi yang membawa serta sedimen lumpur kental merupakan ancaman serius untuk tanaman di kebun. 

Baca juga: Lolos Top 15 Besar X-Factor Indonesia, Duo Kembar Asal NTT Minta Dukungan

"Yang datang bukan saja air tapi ada lumpur kental. Maka jagung dan ubi kayu serta tanaman lain di kebun sudah pasti akan kuning dan mati. Ini masalah serius. Tolong pemerintah atau pihak yang urus bendungan dan irigasi jangan tutup mata," ujar Firmindus. 

Kedua warga ini berharap, pemerintah atau pihak lain yang mengurus Bendung dan Irigasi Benenai segera mencari solusi untuk menolong warga. Misalnya, dengan meninggikan bibir saluran agar mampu menampung air.(*)

Berita Malaka lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved