Breaking News:

Berita TTU

Terkait Dugaan Penyimpangan Puskesmas Inbate TTU, Begini Permintaan Lakmas CW NTT

penegak hukum untuk memberikan hukuman berat bagi orang-orang yang bertanggungjawab atas pembangunan Puskesmas Inbate

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Direktur Lakmas Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait, S. H, Kamis, 13 Januari 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil  Cendana Wangi  (Lakmas CW) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara untuk meminta pertanggungjawaban Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Thomas Laka atas pekerjaan pembangunan Puskesmas Inbate, di Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU, Provinsi NTT.

Demikian disampaikan Direktur Lakmas Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait, S. H, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis, 13 Januari 2022.

Menurutnya, selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) Puskesmas Inbate dan Mamsena, Kepala dinas Kesehatan Kabupaten TTU, merupakan orang yang paling bertanggungjawab atas pekerjaan tersebut. Pasalnya, dua bangunan tersebut bermasalah.

Baca juga: Kejari TTU Tingkatkan Status Kasus Dugaan Korupsi Puskesmas Inbate ke Tahap Penyidikan

"Dalam kedua proyek itu puskesmas mamsena dan Inbate memang paling bertanggungjawab adalah kuasa pengguna anggarannya, dalam hal ini kadis kesehatan, karena dua bangunan itu bermasalah," ujarnya.

Salah satu aktivis anti korupsi di Kabupaten TTU ini juga mengaku heran dengan sikap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU yang membiarkan dilakukan Final Hand Over (FHO) atau Serah Terima Akhir Pekerjaan sementara pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan kualitas mutu proyek.

Ia menilai, hal ini bukan sekedar kelalaian pihak ketiga dalam menjamin mutu proyek yang dikerjakan tetapi juga merupakan bagian dari niat jahat dari pengusaha untuk merampok uang negara dari pekerjaan tersebut yang lalai atau sengaja membiarkan hal tersebut.

Baca juga: Agen Resmi MS Glow Resmi Dibuka di Kota Kefamenanu TTU

"Mereka tega merampok hak-hak rakyat untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan pelayanan kesehatan dari bangunan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berusia panjang," ungkapnya.

Viktor juga meminta aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman berat bagi orang-orang yang bertanggungjawab atas pembangunan Puskesmas Inbate.

Baginya, pembangunan Puskesmas Inbate sejak awal telah menuai persoalan.

Baca juga: Kematian Sopir Isteri Bupati TTU, Saksi Kunci: Orangtua Korban Tahu Ipank Dipagut Ular

Pasalnya, lokasi kontrak pekerjaan yang seharusnya di laksanakan Desa Inbate, tetapi kemudian dikerjakan di Desa Sunkaen. 

Pengusutan kasus dugaan korupsi Puskesmas Inbate, Kata Viktor, menjadi tantangan tersendiri bagi Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) yang mana pada 2021 meraih predikat sebagai Kejari nomor satu di Indonesia yang sukses menangani perkara Korupsi serta meraih predikat WBK.

Ia berharap, Kejari TTU tidak menutup mata atas kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Inbate di Kabupaten Timor Tengah Utara ini. (*)

Berita TTU Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved