Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak

Pemeriksaan Saksi, Pengacara Korban Astri dan Lael Bilang Itu Penyempurnaan Tuntutan

Kejaksaan Tinggi NTT ( Kejati NTT) telah mengembalikan berkas pemeriksaan Randi Badjideh ke penyidik Polda NTT

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
JUMPA PERS: Polda NTT melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna B saat memberikan keterangan pers dalam kasus Pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabe 

Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Kejaksaan Tinggi NTT ( Kejati NTT) telah mengembalikan berkas pemeriksaan Randi Badjideh ke penyidik Polda NTT. Penyidik telah menerima berkas dan melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi dengan lie detector (alat pendeteksi kebohongan).

Adhitya Nasution selaku kuasa hukum keluarga korban Astri Manafe dan Lael Maccabe, menjelaskan proses pengembalian berkas perkara itu agar pihak kejaksaan bisa menyempurnakan tuntutan.

"Tentu pihak jaksa ingin menyempurnakan tuntutan dan juga tidak mau ada celah sedikitpun untuk gagal nantinya," kata Adhitya, ketika dihubungi, Selasa 11 Januari 2022.

Pengembalian berkas dari kejaksaan, menurut dia merupakan poin penting yang harus digaris bawahi. Adhitya menyebut, dari proses rekonstruksi yang telah dijalankan, memang masih ditemukan ada hal yang belum sesuai.

Kekurangan dari proses rekonstruksi itu, belum sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Pihaknya juga telah menyurati Polda pasca rekonstruksi.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Randi Diperiksa Lie Detector Selama Lima Jam

"Sesuai dengan surat kami terdahulu, kami memamg memberi masukan kepada pihak Polda untuk mendalami hal-hal penting dalam rekonstruksi. Pentingnya ini juga satu bahan masukan," ujarnya.

Dia meyakini pihak kejaksaan juga tentu melihat hal itu sebab pihak kejaksaan pun terlibat dalam proses rekonstruksi yang dilangsungkan pada bulan Desember 2021 lalu. Dengan pengembalian berkas ini, memang hal yang lumrah tetapi mesti didalami penyidik.

Adhitya juga menerangkan pemeriksaan tersangka dan saksi dengan lie detector, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja dari kepolisian itu. Besar harapan,  dengan alat ini  mampu mengungkap lebih lanjut kasus pembunuhan ini dengan jelas dan terang.

Menurut dia, penggunaan lie detector ini tidak sembarangan artinya Polda NTT sangat serius menanggapi perkara yang sedang berjalan ini.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Aliansi Nyanyikan Lagu Didoa Ibuku di Polda NTT

Pihaknya memberi apresiasi kepada pihak kejaksaan yang mengembalikan berkas, hal ini menjadi bentuk keseriusan.

"Juga dari pihak kepolisian juga serius dengan menggunakan lie detector yang diharapkan penggunaan teknologi terobosan lain dalam investigasi yang digunakan Polda NTT kedepannya pengembalian berkas maka harus ada pendalaman," kata dia.

Dengan petunjuk yang diberikan kejaksaan, menurut Adhitya akan sangat  bermanfaat bagi pihak kepolisian dan penting pernanan bagi kejaksaan.

"Kami pihak keluarga selalu ada di belakang kepolisian dan kejaksaan, pihak keluarga menggantungkan harapan keadilan Astri dan Lael. Angkat topi untuk pihak Polda NTT menggunakan lie detector menggali keterangan lebih lanjut dan kejaksaan NTT yang telah memberikan masukan dalam P19. Untuk kedua penegak hukum ini kita harapkan terbaik," jelas Adhitya. (*)

Berita Lain Pembunuhan Ibu dan Anak

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved