Breaking News:

Berita Kota Kupang

Pabrik Semen Kupang Hendak Ditutup, Tokoh NTT: Hargai Sejarah dan Jasa Pendahulu

Pabrik Semen Kupang dikabarkan akan ditutup. Pabrik pertama itu dirintis oleh mantan Gubernur NTT, El Tari.

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Salah satu tokoh NTT, Frans Skera saat diwawancarai dikediamannya Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang, Senin 10 Januari 2022. 

Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Pabrik Semen Kupang dikabarkan akan ditutup. Pabrik pertama itu dirintis oleh mantan Gubernur NTT, El Tari dan dilanjutkan pekerjaan hingga beroperasi pada masa kepemimpinan gubernur Ben Mboi. Sejarah panjang pendirian pabrik itu, membuat semua orang tidak menginginkan agar pabrik tersebut ditutup.

Salah satu tokoh NTT, Frans Skera menegaskan agar pabrik semen yang ada untuk tetap ada. Ia berargumen, pabrik itu merupakan jerih payah para pendahulu dan merupakan sejarah yang harus dihargai.

"Jadi ini sebenarnya adalah suatu kebanggaan NTT memiliki satu pabrik semen dan sebagai upaya menghargai para pendahulu terutama gubernur pak El Tari orang yang merintis dan pak Ben Mboi sebagai orang yang mendirikan," jelasnya, Senin 10 Januari 2022.

Dia menjelaskan kalau pabrik itu kemudian ditutup maka merupakan suatu bentuk tidak menghargai dan merupakan sebuah kerugian besar bagi NTT yang menutup industri, sementara lain pihak pabrik atau industri sangat dibutuhkan.

Baca juga: Saham Hanya 1 Persen, Pemprov NTT Tidak Bisa Berbuat Banyak Soal KSO PT Semen Kupang

Keadaan ini, harus menjadi perhatian dan kekhawatiran semua pihak atas rencana penutupan pabrik itu. Dia mengatakan, tidak mengetahui persis hal yang melatari penutupan pabrik tersebut.

Lebih jauh, Frans menerangkan persoalan atau rencana penutupan itu bisa dilihat secara lebih komprehensif. Sebab, seingat dia para pendahulu sebelumnya telah membuat sebuah proteksi agar semen Kupang bisa berjaya di NTT dengan melarang masuknya semen dari luar.

Namun demikian, langkah itu telah dilakukan sejak dahulu. Jika upaya itu terus dilakukan hingga kini, dia meyakini pabrik Semen Kupang tentu akan menghasilkan pemasukan yang cukup bagi, terkhusus bagi keberlangsungan agar tidak terjadi kolaps.

Hal ini juga mencegah agar manajemen tidak mengalami sesuatu yang bisa membuat rugi. Dengan manajemen yang baik, menurut Frans, tentu akan berdampak pada produk yang dihasilkan.

Baca juga: Catatan Singkat Sejarah PT Semen Kupang

Dia menduga, akibat hingga terjadi beberapa kali gejolak dan pada akhirnya terancam tutup ini akibat pengelolaan yang kurang baik sehingga berimbas pada produk itu sendiri.

"Setiap pabrik itu pengelolaan harus bagus. Apalagi ada proteksi itu, maka ini pada manajemen. Tapi saya tidak tahu persis, saya tidak mau menghakimi," ujarnya.

Rencana penutupan itu, Frans meminta agar pemerintah bisa berjuang agar pabrik itu tetap dan terus ada. Ini juga didasarkan pada kepunyaan pemerintah terkait aset berupa tanah, dan saham dalam bentuk uang juga manusia (karyawan,red).

Pemerintah provinsi NTT dan perusahaan harus bertanggungjawab terhadap nasib ratusan karyawan yang kini dirumahkan akibat berakhirnya masa kontrak PT Semen Kupang dan SAG sebagai mitra.

"Apapun caranya, karena ini sejarahnya. Menghargai pendahulu dan kebanggaan NTT memiliki satu pabrik. Orang semua sudah industrialisasi masa kita orang NTT malah mau mundur lagi," tandasnya. (*)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved