Breaking News:

Berita Kota Kupang

Umat Perdana  Perintis Kapela Bello Kota Kupang Berpulang

umat perdana di tahun 1950 setelah kedua orangtuanya Martinus Toasu dan Elisabet Toasu berkeyakinan Katolik pada tahun 1947.

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA 
Kapela Santu Agustinus Belo. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Umat Katolik Kapela Santo Agustinus BelloParoki Santo Fransiskus dari Assisi,  KolhuaKeuskupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT) dikagetkan dengan berpulangnya salah seorang  umat perdana di kampung itu, Kamis, 6 Januari 2022. 

Mereka semua berduka meratapi meninggalnya almarhumah Yuliana Toasu (72),  anggota keluarga perintis umat Katolik di Kelurahan Bello,  Kecamatan Maulafa,  Kota Kupang, ini.

Almarhumah Yuliana merupakan generasi kedua  cikal.bakal berdirinya Gereja Katolik di kampung kecil di Selatan Kota Kupang yang dulunya dikenal dengan sebutan Desa Bello. 

Thomas Asanab (78), satu di antara umat Kapela Bello mengatakan, almarhumah Yuliana Toasu merupakan generasi kedua umat perdana di tahun 1950 setelah kedua orangtuanya Martinus Toasu dan Elisabet Toasu berkeyakinan Katolik pada tahun 1947.

Baca juga: Kepala Kantor Bandara Komodo Labuan Bajo Mabar Sebut Penerbangan Normal 

Keluarga Toasu sebelum era Indonesia belum merdeka merupakan keluarga yang belum mengenal agama.

Sehingga baru pada tahun 1947 keluarga besar Martinus Toasu  berkeyakinan Katolik Roma mengikuti salah seorang saudaranya Sete Samuel Bekon yang juga seorang anggota tentara KNIL yang pernah bertugas di Pulau Jawa dan baru kembali ke Bello  pada tahun 1947 bersama istrinya Maria Martha Siti Bekon berketurunan Jawa.

Sehingga kata dia, sejak saat itu atau  sejak 1947 hingga kini dicatat sebagai awal mula masuknya Gereja Katolik di Bello.

"Dulu,  sebelum Indonesia merdeka,  Martinus Toasu dan keluarganya belum mengenal agama. Baru pada tahun 1947 mereka masuk Katolik yang diajarkan oleh seorang saudaranya Sete Samuel Bekon yang baru pulang dari Pulau Jawa sebagai Tentara KNIL bersama istrinya Maria Martha Siti Bekon," ungkap Asanab.

Ketua Dewan Stasi Santo Agustinus Bello,  Antonius Anton kepada media ini Kamis, 6 Januari 2022, mengatakan,  Keluarga Besar Toasu dan Faku termasuk sosok almarhumah Yuliana Toasu memiliki kontribusi penting dalam perkembangan Gereja Katolik perdana di era tahun 1947 hingga sekarang ini. 

"Sesuai tutur para pendahulu perintis Kapela Bello bahwa Keluarga Besar Takene, Toasu dan Faku termasuk beberapa keluarga lain di Bello serta  almarhumah,  memiliki kontribusi penting dalam sejarah Gereja Katolik perdana di Bello," urai Anton.

Bahkan menurut Stefanus Toasu,  salah seorang saudara almarhumah menuturkan bahwa alamarhumah Yuliana sejak masa kanak-kanak hingga remaja dan sampai akhir hidupnya bersama kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya  melayani Gereja Katolik perdana di Bello.

Hingga pada tahun 1967 Yuliana Toasu dijodohkan dengan seorang pemuda bernama Osias Faku. 

Keduanya baru diresmikan pernikahannya di tahun 1970 oleh alm Mgr. Gregorius  Monteiro di Paroki Santo Yoseph, Kupang. Almarhumah tutup usia meninggalkan suami Osias Faku dan delapan  orang anak 20 orang cucu serta dua orang cece.(*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved