Berita Flores Timur

Dana BOK Flores Timur Gagal Dicairkan, DPRD Flotim: Bentuk Pelecehan Profesi Kesehatan

Dana BOK di Kabupaten Flores Timur Gagal Dicairkan, DPRD Flotim: Bentuk Pelecehan Profesi Kesehatan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Para Kepala Puskesmas saat berdialog dengan DPRD Flotim 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA-Dana Bantuan Operasional Kesehatan ( dana BOK) tahun 2021 untuk 21 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Flores Timur (Flotim) gagal dicairkan. Padahal, sebelumnya semua kepala Puskesmas sudah memasukan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) ke Dinas Kesehatan Flotim.

Gagalnya pencairan dana anggaran yang bersumber dari DAK Nonfisik itu lantaran Dinas Kesehatan Flotim terlambat menginput data pertanggungjawaban seluruh Puskesmas ke Aplikasi Alokasi Pelaporan DAK Non Fisik (ALADIN) yang dikeluarkan oleh Ditjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Flotim, Muhidin Demon mengatakan hal itu sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi kesehatan. 

"Pemerintahan saat ini sudah biasa pakai gaya utang. TPP juga utang, insentif nakes, tenaga kontrak juga utang. Ini mentel pemerintahan yang tidak baik. Dan kami di lembaga sudah tidak suka. Pemerintah tidak hargai profesi kesehatan. Ini sebuah pelecehan terhadap profesi kesehatan," tegasnya.

Baca juga: Dana Bantuan Operasional Rp 15,6 Miliar untuk 21 Puskesmas di Flotim Gagal Dicairkan

Ia mengaku DPRD secara lembaga segera menggelar rapat kerja bersama dinas kesehatan dan badan keuangan dan aset daerah Flotim untuk mencari solusi

Anggota Fraksi Golkar, Adrianus Kelen mengatakan, seharusnya pemerintah menempatkan porsi kesehatan menjadi prioritas. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan anggota Komisi IX DPR RI, Melki laka Lena terkait nasib nakes di Flotim. 

"Lobi politik kami lakukan demi menyelamatkan hak nakes," katanya. 

"Dari pernyataan bupati yang mengaku bahwa itu adalah utang daerah, menurut saya, kemungkinan uang itu sudah ada tapi digunakan oleh pemerintah untuk hal lain," tambah anggota Fraksi Nasdem, Abdul Wahab Saleh. (*)

Baca Berita Flores Timur Lainnya
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved