Berita NTT

Gubernur Tegaskan MUI NTT Harus Beri Warna Baru Bagi Indonesia

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Majelis Ulama Indonesia ( MUI) NTT harus membangun cara berpikir yang maju

Editor: Kanis Jehola
Dok. Humas NTT
Pertemuan gubernur NTT dan pengurus MUI NTT 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Majelis Ulama Indonesia ( MUI) NTT harus membangun cara berpikir yang maju atau progresif serta meninggalkan pikiran-pikiran sempit dan sektarian.

Saat menerima pengurus MUI NTT, Gubernur Viktor menegaskan agar MUI bisa memberi warna baru bagi Indonesia.

"Kita harus memberikan warna baru bagi Indonesia. Di saat cara berpikir keindonesiaan kita, menurut saya, mulai meredup saat ini, MUI NTT harus bisa hasilkan pemikiran-pemikiran lebih progresif. Saya terus dorong para ulama, cendekiawan dan pemerintah di NTT untuk berpikir maju dan visioner, " kata Gubernur Viktor Selasa 4 Januari 2021.

Gubernur mengajak pengurus MUI NTT untuk menanggalkan cara berpikir sempit dengan mengatasnamakan agama dan mendiskreditkan sesama yang lain. Hal seperti itu adalah cara berpikir orang beragama yang hidup dalam gua.

Bagi gubernur Viktor, banyak orang-orang di NTT hidup dalam kotak-kotak. Dengan hidup hanya pada kultur budayanya sendiri, cara berpikirnya pun tidak akan maju.

"Contoh cara pikir hidup dalam gua ini seperti misalnya orang Kristen tidak boleh ucapkan Selamat Idul Fitri kepada orang Muslim dan sebaliknya orang Muslim tidak boleh ucapkan selamat natal kepada orang Kristen. Ini prilaku orang yang hidup dalam gua," ujarnya.

Menurutnya, orang yang bertakwa dan orang beriman, harus memiliki asas kebermanfaatan atau berguna bagi sesama. Orang beragama itu, kata dia, harus berilmu untuk lahirkan pemikiran berakhlak.

Lebih jauh ia menerangkan pemikiran yang membuat cerdas dan maju dari berbagai kelompok dan latarbelakang yang berbeda, tidak muncul dari satu kelompok saja.

Gubernur Viktor menaruh harapan besar kepada pengurus baru MUI NTT yang merupakan perpaduan selaras NU dan Muhammadiyah. Juga dengan latar belakang profesi beragam baik ulama, cendekiawan, birokrat, pengusaha dan berbagai profesi lainnya serta banyak anak muda di dalamnya.

Dengan kolaborasi ini, menurut Viktor, MUI NTT harus melahirkan pemikiran modern dan maju yang bisa disumbangkan bagi pembangunan masyarakat.

Ia berpendapat masuknya pengurus dengan latar belakang profesi lain selain ulama tentu dimaksudkan agar MUI dapat menjadi lebih bermanfaat bagi kesejahteraan umat atau masyarakat baik jasmaniah maupun rohaninya.

"Saya juga minta MUI NTT untuk jangan takut bersikap kritis.Kalau salah katakan salah. MUI NTT harus mampu memberikan kontribusi positif bagi MUI Indonesia, terutama dalam membangun nilai-nilai keberagaman," tegasnya.

Ketua MUI NTT Periode 2021-2025, Muhamad S. Wongso menegskan, MUI NTT siap untuk keluar dari gua dan bergandengan tangan serta bersinegi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera.

MUI NTT sebagai mitra pemerintah provinsi siap memberikan dukungan dan terlibat dalam pengembangan sumberdaya alam.

"Seperti perikanan dan kelautan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat NTT terutama di bagian pesisir, pengembangan pariwisata, mendukung program TJPS dan penanganan stunting. Kami juga mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur untuk bisa hadir dalam acara pengukuhan pengurus MUI NTT pada 17 Januari ini," kata Muhamad Wongso. (*)

Baca Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved