Berita Ende
Dosen Universitas Flores Ende Buat 19 Artikel Hasil Riset Dampak Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka
Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian dan Purnawarupa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Ditjen Dikristek TA 2021.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM, ENDE -- Para dosen dari Universitas Flores (Uniflor) di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mengerjakan artikel hasil riset dampak program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MKBM).
Dosen yang tergabung dalam tim peneliti riset ini antara lain, Ketua Tim Penelitian, Dr. Reyna Virgina Nona, SE., M.M.A dan anggota Dr. Ernesta Leha, SE., M.Agb, Falentina Lucia Banda, SE., M.Sc, Philipus Nerius Supardi, S.P., M.Agb, Konstantinus Denny Pareira Meke, M.Pd dan , Lely Suryani B.A (Hons)., M.A
Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa dari beberapa Fakultas yakni Ekonomi, FKIP dan Pertanian, diantaranya Beatrix Da Silva Sambi Seto, Sitti Salsabila Rizka Amalia, Ursula Sillian Poa Mboa, Maria Filmatiak, Fiolanta Suriani dan Gervasia Irma Nuryati.
Riset tentang dampak Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MKBM) ini dengan proposal riset berjudul 'Persepsi Mahasiswa, Dosen dan Tenaga Kependidikan Terhadap Desain Implementasi MKBM di Universitas Flores'.
Ketua Tim Penelitian, Reyna Virgina Nona, menerangkan, riset dilaksanakan menggunakan bantuan pendanaan program penelitian kebijakan MBKM dan Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian dan Purnawarupa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Ditjen Dikristek TA 2021.
Uniflor dinilai sebagai salah satu PTS di Indonesia yang punya kinerja baik dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga mendapatkan bantuan dana dari LLDIKTI.
Ketua Tim Penelitian Uniflor, Reyna Virgina Nona, menguraikan, penelitian dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu , dalam bulan Desember 2021 ini.
"Jadi baik rangkaian kegiatan penelitian maupun pengabdian masyarakat akan berakhir 31 Desember 2021," ujar Reyna Virgina, saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di Uniflor, Senin 27 Desember 2021.
Dia mengatakan, Uniflor memang belum sepenuhnya menjalankan MBKM, namun sudah ada kebijakan MBKM, yang dibuktikan dengan SK Rektor Uniflor, Nomor 2 Tahun 2021.
"Nanti dari SK Rektor ini menjadi pegangan bagi para Dekan Fakultas, Ketua Prodi untuk menyusun dokumen MBKM. Jadi pemerintah pusat dalam hal ini Ditjen Dikti Ristek, sepertinya ingin mengetahui sejauh mana dampak MBKM," ungkapnya.
Dia menjelaskan, MBKM merupakan program yang diluncurkan oleh, Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim pada 2020, dalam rangka menyiapkan lulusan pendidikan tinggi yang tangguh dalam menghadapi perubahan.
Perubahan dimaksud baik perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan teknologi yang semakin cepat di era Revolusi Industri 4.0. "Pada intinya mahasiswa ketika lulus bisa langsung berkontribusi dalam dunia kerja," ungkapnya.
Dia mengatakan, saat ini tim peneliti sedang mengerjakan artikel hasil riset. Artikel akan dimuat di jurnal yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN - PT).
Dia menyebut ada 19 artikel yang sedang dikerjakan, "Dua di antaranya (artikel) sudah submit di jurnal. Desember ini kita target sudah submit semua dan terbitnya nanti di 2022," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dosen-uniflor-ende-buat-19-artikel-hasil-riset-dampak-mbkm.jpg)