Natal 2021
Pimpin Misa Malam Natal di Stasi Longko, Matim, Pater Eduardus Sampaikan Tiga Pesan
Pimpin Misa Malam Natal di Stasi Longko, Manggarai Timur, Pater Eduardus Sampaikan Tiga Pesan
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, RUTENG - Ribuan Umat mengikuti misa Perayaan Malam Natal, di Stasi Gereja St Petrus dan Paulus Longko, Pra Paroki Jawang, Keuskupan Ruteng, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat 24 Desember 2021. Misa ini dipimpin oleh Pater Eduardus Jenar, CRS dibantu para frater.
Dalam kotbhanya, Pater Eduardus, mengaku bangga karena banyak umat Stasi itu yang hadir mengikuti misa. Ia berharap agar setiap hari Minggu banyak juga umat yang datang untuk berkumpul bersama mengikuti misa.
"Terima kasih sudah hadir mengikuti perayaan malam natal ini. Tuhan itu begitu baik dan kebaikannya dinyatakan lahir pada waktu itu yang kita rayakan kelahiranya pada hari ini dan dalam keadaan sehat walaufihat,"ungkapnya.
Pater Eduardus juga membagikan tiga hal terkait pesan natal dalam perayaan malam natal itu yakni pertama hadiah, kedua persaudaraan, dan ketiga misi kita.
Hadiah, kata Pater Eduardus, memberikan hadiah kepada orang lain itu karena kasih. "Orang yang memberikan hadiah itu karena dia mengasihi. Begitu juga Tuhan, Natal ini merupakan hadiah Allah untuk kita. Bahwa Allah itu tidak pernah melupakan kita, tidak pernah meninggalkan kita, sebab dia itu mengasihi kita semua,"ungkapnya.
"Lihat kandang natal ini, palungan (tempat bayi Yesus dibaringkan) itu menggambarkan kita yang tidak pantas, karena kita semua itu orang berdosa. Tapi ingat kasih Tuhan itu, ia datang memeluk Galang (palungan) itu sebagai tanda memeluk kita manusia yang hina dinah, karena dia mengasihi kita. Sehingga pesan natal itu yang harus diingat bahwa Allah itu mengasihi kita,"sambungnya.
Pesan kedua Persaudaraan, kata Pater Eduardus, sesuai tema Natal Tahun 2021 'Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan'. Ingat Tuhan datang untuk menanggung semua dosa umat Manusia. Karen itu Yesus datang untuk menjadikan kita saudara/saudari.
Menurut Pater Eduardus, kelahiran Yesus di Dunia untuk melenyapkan segala tembok perpisahan. Karena itu, ia berpesan kepada seluruh umat jika ada persoalan dengan sesama selama ini harus dimaafkan karena kita saudara.
"Kita harus membawa suka cita natal dan harus menyadari bahwa saya ini saudara Tuhan Yesus dan menjadikan orang lain sebagai saudara. Kasih itu meringankan semua beban,"ungkapnya.
Sementara itu terkait Misi Kita, menurut Pater Eduardus, misi kita itu untuk menjadi hadiah sama seperti Tuhan Yesus. Kita harus melayani sesama umat manusia terlebih pada orang yang sedang sakit.
"Hadiah itu seperti kita memberikan hadiah kepada orang lain itu tidak memandang hadiah besar atau kecil. Tapi yang paling penting hadiah yang kita berikan adalah waktu, kehadiran kita dalam keluarga, untuk anak-anak, saudara-saudari, lebih khusus lagi untuk ende/ema kita yang sedang sakit,"ungkapnya.
"Jadi kalau setelah natal ini mungkin ende, ema, ase, ka'e, yang lagi sakit yang kadang membuat kita putus asa, agar tolong layani dengan baik, karena dia selamanya tidak dengan kita. Itu rahmat, itu caranya Tuhan. Kita hadir harus menjadi hadiah bagi mereka secara khusus kepada orang-orang sakit, orang-orang yang ditinggalkan dan orang-orang yang dikucilkan,"sambungnya.
Ketua Dewan Stasi Gereja St Petrus dan Paulus Longko, Adrianus Lahur, mengatakan, selama perayaan misa malam Natal, Hari Raya Natal, Natal Kedua, Misa Tutup Tahun dan Misa Tahun Baru 1 Januari 2021 mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) untuk pencegahan penularan Covid-19.
Selain itu umat juga wajib menunjukan kartu vaksin, wajib dicek suhu tubuh dengan thermo gun sebelum memasuki gereja untuk mengikuti misa demi mencegah penularan Covid-19.