Berita Sumba Timur
Bank NTT Luncurkan Pembayaran Pajak Daerah Online di Sumba Timur, Begini Simulasinya
Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT meluncurkan implementasi pembayaran pajak daerah secara
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
Bank NTT Luncurkan Pembayaran Pajak Daerah Online di Sumba Timur
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT meluncurkan implementasi pembayaran pajak daerah secara online di Kabupaten Sumba Timur. Peluncuran program tersebut dilaksanakan di Aula Setda Kabupaten Sumba Timur, Kamis 23 Desember 2021 pagi.
Peluncuran program (soft launching) ditandai dengan oleh simulasi penyetoran pajak secara online oleh Bupati Sumba Timur Drs. Khristofel Praing bersama Sekda Domu Warandoy dan didampingi Direktur Dana & Treasury Bank NTT, Yohanis Landu Praing. Simulasi disaksikan para pimpinan OPD, perwakilan camat, lurah dan kepala desa serta pejabat Bank NTT Cabang Waingapu.
Sementara itu, penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemda Sumba Timur dan Bank NTT dilakukan oleh Kepala Bapenda Sumba Timur, Oria A. Raramata atas nama pemerintah dan Kepala Kantor Cabang Bank NTT Waingapu, RB. Umbu Eda.
Bupati Praing menyebut implementasi pembayaran pajak secara online harus dilaksanakan untuk mendukung terlaksananya inklusi keuangan di daerah.
Meski pelaksanaan implementasi pembayaran pajak daerah secara online baru dilaksanakan di Sumba Timur atau terbilang lebih lambat dari daerah lainnya namun hal itu tidak menjadi halangan. Bupati Praing meyakini pembayaran pajak secara online akan meningkatan pendapatan daerah melalui penerimaan pajak.
Bupati Praing optimistis, digitalisasi keuangan melalui pembayaran pajak online dapat diterapkan di Kabupaten Sumba Timur. Ia yakin, pembayaran pajak secara online khususnya PBB P2 akan meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.
Saat ini, ungkap Bupati Praing, terjadi kenaikan pendapatan daerah yang cukup signifikan. PBB P2 tahun 2021 meningkatkan hingga Rp 4,5 miliar dari tahun sebelumnya, Rp 1,2 miliar. Sementara itu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pun meningkat signifikan menjadi Rp 2,4 miliar pada 2021.
"Saya yakin Bisa kita laksanakan. Dengan pelaksanaan digitalisasi keuangan ini akan banyak membantu, apalagi kita sudah tetapkan pada bulan Januari nanti kita sudah terapkan 9 jenis pajak," ujar Bupati Praing.
"PBB tahun lalu Rp 1,2 M, data hari ini di bank NTT kita sudah capai Rp 4,5 M. Ini sangat signifikan. BPHTB sekarang juga sudah di angka Rp 2,4 M. Lebih lagi ketika sudah gunakan aplikasi," tambah dia
Bupati Praing menyebut pihak pemerinta terus berpikir bagaimana agar penggunaan aplikasi bisa meningkatkan kreasi dan inovasi dengan tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat. "Saya pikir apa yang kita lakukan hari ini masyarakat bisa menerima, penggunaan aplikasi memudahkan mereka," tambah Bupati Praing.
Ia yakin, digitalisasi keuangan dengan penggunaan aplikasi pembayaran pajak online akan sangat memudahkan masyarakat dalam membayar pajak.
Kepada Bapenda, Bupati Praing menargetkan agar dapat mempersiapkan dan melakukan validasi data wajib pajak ke seluruh kecamatan se kabupaten Sumba Timur pada 2022 mendatang. Hal tersebut dilakukan agar dapat dilakukan pengawasan secara komprehensif terkait data sehingga pembayaran pajak disesuaikan dengan kondisi masyarakat wajib pajak.
"Ketika sudah ada aplikasi orang dimana bisa bayar pajak, saya optimis di 2022 bisa berjalan baik. Selain itu entri data harus menjadi hal yang sangat penting. Validasi data berkaitan dengan BPTP harus terus dilakukan oleh Bapenda di seluruh kecamatan. Validasi siapa bisa melihat, yang mampu harus bayar, tapi yang tidak kita gratiskan," ujar Bupati Praing.
"Kita bersyukur, kita harus bisa melakukan hal yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Saya berharap pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, pemimpin agama, menjadi penggerak digitalisasi keuangan di daerah ini," tambah dia.
Pada kesempatan itu, Bupati Praing juga menyampaikan ucapan Terima kasih kepada pihak Bank NTT yang terus memfasilitasi dan mendukung pembangunan di daerah termasuk Kabupaten Sumba Timur.
Sementara itu Direktur Dana & Treasury Bank NTT, Yohanis Landu Praing menjelaskan dengan pembayaran online diharapkan akan meningkatkan pendapatan daerah.
"Harapan kami, dengan launching, akan ada peningkatan PAD yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih atas dukungan stakeholder bank NTT untuk wruh berkembang," kata Yohanis yang didampingi Kepala Kantor Cabang Bank NTT Waingapu, RB. Umbu Eda.
Ia menjelaskan, Kegiatan launching itu telah direncanakan sejak awal tahun 2021 namun terbentur sistem, yakni vendor pembayaran pajak secara online. Selain launching pembayaran PBB P2 pada saat ini, Bank NTT juga akan mendukung P bayaran pajak online termasuk 9 jenis pajak daerah.
"Ke depan bulan Januari, beberapa pajak yang akan kita kerjakan, dengan itu akan meningkatkan pendapatan daerah. Termasuk 9 jenis pajak dan toping box untuk rumah makan dan restoran," kata dia.
Menurut Yohanis, dengan dukungan tersebut maka akan tercipta keselarasan visi misi Bank NTT dengan visi misi Provinsi dan kabupaten kota. Hal itu dikatakannya karena Inklusi keuangan yang sedang dlakukan merupakan bagian dari pprogram kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. "Kami yakin ada peningkatan, dengan adanya launching peningkatan pajak akan sangat signifikan," ujar dia.
Selain agenda soft launching, Yohanis juga menyebut pihaknya melakukan roadshow rangka Natal dan Tahun Baru dengan melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan kepada gereja, pengobatan gratis donor darah, pembanguan qris serta pemeriksaan kesehatan gratis. (hh)