Berita Sumba Barat Daya
Demam Berdarah Serang SBD, Terdapat 88 Kasus, Tiga Warga Diantaranya Meninggal Dunia
Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, drg.Yulianus Kaleka mengatakan, terhitung Januari hingga akhir Nopember 2021, terdapat 88 kasus de
Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
Demam Berdarah Serang SBD, Terdapat 88 Kasus, Tiga Diantaranya Meninggal Dunia
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM/TAMBOLAKA----Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, drg.Yulianus Kaleka mengatakan, terhitung Januari hingga akhir Nopember 2021, terdapat 88 kasus demam berdarah dengue (DBD) melanda masyarakat Sumba Barat Daya. Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya meninggal dunia.
Kasus demam berdarah paling banyak terdapat di Kecamatan Kota Tambolaka sebanyak 28 kasus dan Kecamatan Loura 28 kasus. Selanjutnya Kecamatan Wewewa Timur 7 kasus, Wewewa Barat 6 kasus, Kodi Utara 4 kasus dan selebihnya terdapat di Kecamatan Kodi dan Kodi Bangedo.
Pihaknya telah mengambil kebijakan dengan meminta semua puskesmas melakukan edukasi kepada masyarakat di wilayah pelayanan masing-masing dengan menggerakan kembali gerakan 3 M yakni menguras, menutup dan mengubur bak air, kubangan air dan lainnya.
Menurutnya, para petugas harus turun ke lapangan memberi edukasi kepada masyarakat menjaga perilaku hidup sehat. Caranya adalah meminta masyarakat menguras atau membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Selanjutnya meminta masyarakat menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, bak air dan lainnya serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.
Selain itu petugas akan melakukan gerakan abate yakni menaburkan bubuk larvasida atau bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Pihaknya juga menyarankan masyarakat selalu menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serei dan
menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk dan lain- lain.
Ia menambahkan para petugas harus gencar melakukan edukasi kepada masyarakat agar warga memiliki pemahamanan dan sadar menjalani hidup perilaku hidup sehat.
Saat ini, pihaknya sedang gencar melakukan penyemprotan (foging) atau pengasapan rumah-rumah warga pada daerah dengan kasus DBD menonjol dan sebabkan kematian. Misalnya melakukan foging di Kataporo dan sekitarnya di wilayah Kelurahan Langgalero, Kota Tambolaka dan wilayah Desa Payola Umbu, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya dan beberapa wilayah lainnya. *)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tim-kesehatan-sbd-melakukan-foging-di-katapo.jpg)