Senin, 27 April 2026

Laut China Selatan

Kapal Perang Jerman Masuk Kawasan Laut China Selatan

Sebuah kapal perang Jerman bergerak memasuki Laut China Selatan pada Rabu (15/12/2021) untuk pertama kalinya dalam hampir 20 tahun.

Editor: Gordy Donofan
Foto JMSDF
Ilustrasi di Laut China Selatan 

"Kami dan negara-negara lain, termasuk pengklaim Laut China Selatan, akan terus mendorong perilaku seperti itu," katanya.

"Itu juga mengapa kami memiliki kepentingan abadi dalam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, konsisten dengan komitmen lama kami."

Zhao, juru bicara kementerian luar negeri, menolak "yang disebut arbitrase Laut Cina Selatan" dan membalas dengan menyalahkan Amerika Serikat karena menolak menandatangani perjanjian internasional tentang hukum laut.

"Amerika Serikat telah menjadikan dirinya contoh hegemoni dan intimidasi dengan melemparkan bobotnya secara internasional, dengan ceroboh menjatuhkan sanksi sepihak, menggunakan yurisdiksi lengan panjang, meregangkan konsep keamanan nasional untuk melumpuhkan perusahaan asing, dan menggunakan paksaan ekonomi,” kata Zhao.

3 Nota Kesepahaman RI - AS

Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menerima kunjungan Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Selasa 14 Desember 2021.

Dalam lawatan Blinken tersebut, ditandatangani 3 nota kesepahaman antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Pertama, Perpanjangan Nota Kesepahaman Kerjasama Maritim antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Republik Indonesia, yang ditandatangani oleh Menlu Blinken dan Menlu Retno.

Kedua, Nota Kesepahaman Antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dengan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat tentang Kerjasama di Bidang Pendidikan, yang ditandatangani oleh Menlu Blinken dan Mendikbud Nadiem Makarim.

Ketiga, Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat tentang Program Peace Corps di Indonesia, yang juga ditandatangani oleh Menlu Blinken dan Menlu Retno.

Menlu Retno mengatakan Amerika Serikat merupakan mitra strategis Indonesia.

Kedua negara berkomitmen untuk memperkuat kerja sama yang konkrit yang saling menguntungkan dan saling menghormati.

"Dengan banyaknya share values yang dimiliki kedua negara diyakini kerja sama konkrit kemitraan strategis akan terus menguat," ujar Menlu pada konferensi pers.

Retno mengapresiasi keikutsertaan Blinken di Bali Democracy Forum ke 14, 9 Desember lalu.

Pada saat yang hampir bersamaan, Presiden Jokowi juga diundang dalam Summit for Democracy yang dituanrumahi Presiden AS Joe Biden.

Sumber: Kontan
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved