Berita Lembata
Pemkab Akan Buka Pasar Inklusi di Sejumlah Kecamatan di Lembata
berakhirnya pendampingan penerima program yang sudah berjalan selama 8 bulan.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA--Pasar inklusi pertama kali hadir di Lembata di desa Duawutun, Kecamatan Nagawutung.
Pasar bagi kelompok rentan ini diresmikan oleh Bupati Lembata Thomas Ola Langoday pada Kamis, 9 Desember 2021.
Konsep pasar inklusi sendiri merupakan bagian dari advokasi Humanity and Inclusion (HI) dan CIS Timor tentang ekonomi inklusi dan berkelanjutan terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan kepala keluarga dan penyandang disabilitas di desa Pada, Kelurahan Selandoro dan desa Duawutun.
Peresmian pasar inklusi ini juga menandai berakhirnya pendampingan penerima program yang sudah berjalan selama 8 bulan.
Pengelolaan pasar pun diberikan kepada Pemda Lembata.
Kepada wartawan, Bupati Lembata Thomas Ola Langoday menyanjung kerja advokasi HI dan CIS Timor.
Baca juga: Sekolah di Lembata Masih Disegel Buruh, Pemda Lembata Surati Kementerian PUPR
"Kita mesti tiru model pasar ini. Lalu melaksanakan, bagaimana pemerintah bisa melanjutkan program seperti ini," kata Bupati Thomas usai acara peresmian.
Dia akan meminta Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Lembata untuk membuka satu pasar inklusi lagi di wilayah tengah dan timur Lembata. Tujuannya yakni memperluas jangkauan pasar bagi kelompok rentan.
"Kita replikasi program ini. Ini model yang baik, kita mesti tiru, dengan mengadopsi dengan apa yang sudah ada di sini (pasar inklusi desa Duawutun)," tandasnya.
Menurut dia, konsep yang diterapkan HI dan CIS Timor menunjukan kepada pemerintah supaya membuka akses bagi kelompok rentan terutama penyandang difabel, perempuan kepala keluarga dan anak-anak perempuan milenial di Lembata.
Baca juga: Jalan di Pulau Lembata Nyaris Putus, Ini Pemicunya
Penanggung Jawab Program HI di Lembata, Melki Habel, menguraikan fokus program ekonomi inklusi dan berkelanjutan ditujukan kepada perempuan kepala keluarga, difabel, dan warga pra sejahtera. Totalnya ada 75 warga dampingan di desa Pada, Duawutun dan Kelurahan Selandoro.
Selain kuliner, pasar inklusi desa Duawutun juga menyediakan tenun dan produk pangan dan kerajinan tangan yang dihasilkan sendiri oleh kelompok rentan yang didampingi HI dan CIS Timor.
Letak pasar inklusi ini cukup strategis, berada di tepi jalan di samping Kantor Camat Nagawutung.
Wisatawan yang menikmati keindahan pantai di wilayah Loang sampai Mingar bisa sejenak mampir di tempat ini sebelum kembali ke Kota Lewoleba. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pasar-inklusi-pertama-kali-hadir-di-lembata.jpg)