Berita Sumba Timur
Sikapi Persoalan Gubernur Viktor vs Umbu Maramba, Tokoh Adat se Pulau Sumba Musyawarah Keluarga
Sikapi Persoalan Gubernur Viktor dan Umbu Maramba Hawu, Tokoh Adat se Pulau Sumba Gelar Musyawarah Keluarga
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Tokoh adat se-pulau Sumba yang menjadi bagian keluarga besar Umbu Maramba Hawu menggelar pertemuan di rumah besar Kampung Raja Prailiu di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Pertemuan yang berlangsung Selasa, 7 Desember 2021 siang itu diikuti para tetua dan tokoh adat baik dari Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat hingga Sumba Barat Daya.
Pertemuan diikuti oleh lebih dari lima puluhan tokoh adat atas undangan keluarga besar Rende dan Prailiu.
Dalam pertemuan yang berlangsung mulai pukul 14.00 Wita itu, tampak hadir Agustinus Niga Dapawole, mantan Bupati Sumba Barat, Umbu Sappi Pateduk, mantan Bupati Sumba Tengah. Hadir pula Bupati Sumba Timur Khristofel Praing bersama jajaran pejabat Kabupaten Sumba Timur.
Pertemuan tersebut, menurut, pihak keluarga, dilakukan untuk mendengar secara jelas persoalan yang terjadi antara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan tokoh adat Rende yang juga merupakan Ketua Kepercayaan Marapu, Umbu Maramba Hawu di Desa Kabari Kecamatan Rindi pada Sabtu 27 November 2021 lalu. Pertemuan juga diharapkan dapat mencari jalan keluar terhadap persoalan itu.
Persoalan tersebut, berawal saat Kunjungan Gubernur Viktor Laiskodat di Desa Kabaru, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur dalam rangkaian kunjungan kerja 3 hari di Kabupaten Sumba Timur. Gubernur yang didampingi Staf Khusus Stef Bria Seran dan Bupati Belu Agustinus Taolin bertemu dengan warga di lokasi tersebut.
Saat ditemui warga di lokasi itu, Gubernur Viktor Laiskodat menyampaikan bahwa di lokasi tersebut akan segera dibangun ranch Sapi Wagyu yang diproyeksikan untuk menghasilkan daging sapi premium bagi NTT. Namun, saat dipertanyakan soal status tanah oleh warga yang merupakan tokoh adat dan pemegang hak ulayat, Umbu Maramba Hawu, Gubernur sempat berdebat keras dan mengeluarkan kata kasar kepada tokoh adat itu. (*)
Baca Berita Sumba Timur Lainnya