Berita NTT
Empat Calon Ketua Kadin NTT Deklarasikan Kesediaan, Ketua Apindo NTT Dukung Sepenuh Hati
Empat Calon Ketua Kadin NTT Deklarasikan Kesediaan, Ketua Apindo NTT Dukung Sepenuh Hati
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Empat Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur ( Kadin NTT) mendeklarasikan kesediaannya, Minggu, 05/12/2021.
Keempat calon ketua tersebut adalah Christofel Liyanto, Vivo Ballo, Alexander Funay dan Hidayat Hanas. Alexander Funay sendiri berhalangan hadir lantaran masih berada di Pulau Dewata sehingga yang hadir hanya tiga kandidat.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) NTT, Freddy Ongko Saputra yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa bangganya terhadap para kandidat.
"Saya merasa bangga. Kemarin - kemarin saya berpikir, lho di mana nih calon - calon, sudah dekat - dekat kok belum muncul ya. Saya sebagai Asosiasi Pengusaha juga bingung ini kita bernaung di mana nanti. Tapi syukur hari ini kita sudah bersama - sama melihat tiga orang calon ketua yang luar biasa, semua kita sudah mengenal, semua juga sahabat - sahabat saya," kata Freddy.
Sebagai Ketua Apindo - yang juga memiliki anggota perusahaan - perusahaan yang ada di seluruh NTT- Freddy mengharapkan seorang pimpinan yang bisa membawa semua pengusaha - pengusaha ini dimana tentunya ada hubungan baik dengan pemerintah dan juga bisa bersinergi dengan rencana - rencana pemerintah sehingga bisa mengarahkan para pengusaha.
"Apakah sudah mau mulai di industri, atau kita mau mengarah ke pertanian, peternakan atau perikanan? Tentunya ini ada satu istilahnya pak gub lokomotif ya. Nah lokomotif ini siapa yang bawa? Tentunya kan Kadin. Nah Kadin ini yang harus bisa membawa kita pengusaha - pengusaha ini ke arah yang benar sesuai dengan program pemerintah," ujar Freddy.
"Saya bersyukur sekali, saya yakin dengan adanya ketiga calon ketua Kadin ini pasti bisa membawa kita dan saya sebagai Ketua Apindo NTT akan mendukung sepenuh hati," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut Vivo Ballo menyampaikan beberapa hal terkait rencana menjadi kandidat Ketua Umum Kadin NTT.
"Kita semua sudah mengetahui kondisi Kadin NTT saat ini dimana kami terpanggil untuk membuat Kadin NTT menjadi lebih baik kedepan. Untuk itu perlu perjuangan bersama, bekerja sama, berjuang untuk kita bisa mencapai Kadin NTT periode lima tahun kedepan yang lebih baik dari sekarang," kata Vivo.
Untuk Kadin NTT menjadi lebih baik, lanjut dia, harus memperbaiki kekurangan - kekurangan yang ada. Menurut Vivo, yang dia lihat selama ini, program - program Kadin NTT tidak berjalan sehingga dia tidak melihat kontribusi Kadin dalam pembangunan ekonomi baik ditingkat provinsi maupun daerah.
"Terutama kontribusi Kadin kepada pengusaha - pengusaha. Oleh karena itu, Kadin sebagai rumah dari para pengusaha baik dari kelas kecil, menengah, besar, harus mampu untuk bisa memberikan kontribusi untuk berkembang," kata Vivo.
Dia mengungkapkan, Kadin NTT tidak mampu memanfaatkan peluang - peluang besar yang ada. Kadin juga tidak mampu bekerja sama dengan program - program pemerintah yang berjalan saat ini dalam pengembangan usaha yang terkait seperti pariwisata, peternakan, pertanian dan lain - lain.
"Itu kita tidak melihat ada peran kadin disitu sehingga pengusaha berjalan sendiri - sendiri dan hukum alam yang berlaku," jelasnya.
Dikatakan Vivo, Kadin diakui secara resmi oleh pemerintah bahkan memiliki Undang Undang Nomor 1 tahun 1987 dan anggaran dasar anggaran rumah tangganya berdasarkan Keppres.
"Kedudukan Kadin ini sangat tinggi tetapi Kadin ini lumpuh tidak bisa berbuat apa - apa untuk kemajuan daripada dunia usaha. Ini persoalan terletak pada pemimpin kalau saya melihat. Pemimpin Kadin bekerja secara yah katakanlah bahwa entah bekerja sama seperti apa, pemimpin Kadin itu berjalan sendiri dan bisa kita katakan bahwa gagal," kata Vivo.
"Oleh karena itu melihat kondisi yang ada maka kita punya niat saat ini kita duduk bersama di sini beberapa kandidat yang ada, kita punya tujuan yang sama untuk memperbaiki Kadin NTT yang lebih baik kedepan. Tentu dalam perjuangan ini kita sangat mengharapkan dukungan daripada semua yang terkait baik dari Kadin daerah, kabupaten, kota maupun dengan temann- teman pengurus Kadin atau teman - teman pengusaha," lanjutnya.
Hidayat Hanas dalam kesempatan yang sama menyampaikan, untuk memajukan perekonomian NTT, kita harus bersatu padu.
Dia mengakui, meskipun sudah menjadi pengurus Kadin sejak tahun 2000, pihaknya saat ini tidak diakomodir dalam struktur Kadin NTT sehingga tidak begitu tahu perkembangan untuk musprov tanggal 20 mendatang.
"Setelah kami beberapa hari berunding, berkumpul untuk menyikapi atau memperbaiki keadaan kedepan maka kita harus menyiapkan kader - kader juga yang sebenarnya sudah mapan di organisasi untuk betul - betul bisa menjembatani antara pemerintah dan para pengusaha dan peluang - peluang yang ada kita bisa menyampaikan ke pemerintah. Tentu itu tugas fungsi kami, kita harus atur secara baik untuk mendukung pemerintah demi kemajuan ekonomi di NTT," tandasnya.
Christofel Liyanto mengatakan, saat ini dia berharap calon Ketua Umum Kadin NTT seharusnya menyatukan semua pengurus, senior - senior Kadin, para pengusaha dan merangkul semua baik dari Kadin sendiri maupun dari berbagai asosiasi.
"Orang yang mampu menyatukan kekuatan seluruh pengusaha ini lah yang nanti punya kekuatan untuk memimpin Kadin kedepan karena tidak mungkin Kadin ini bisa berhasil hanya dengan single fighter, satu orang, karena ini organisasi bukan perusahaan pribadi," kata Chris.
"Kita berharap senior - senior di sini kita konsolidasi untuk kita tetap bersatu berharap untuk Kadin kedepan bisa memperhatikan ini," tambahnya.
Chris mengungkapkan, ketika 20 tahun lalu Kadin NTT mati suri, dia adalah salah satu dari generasi muda saat itu yang berkeliling ke seluruh NTT untuk kembali mengaktifkan Kadin dan melakukan musprov.(*)