Berita Malaka
Kesaksian Andreas Sofiandi, Pasien Buta Melihat Kembali di Rumah Sehat Betun Malaka
enam dokter mata dan dua dokter umum periksa dan operasi pasien katarak sebanyak 290 orang baik orangtua
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN---Donatur utama terhadap pembangunan Gereja Katolik St. Andreas, Paroki St. Fransiskus Xaverius Bolan, Malaka Tengah dan Rumah Sehat Biara SSpS Betun, Kabupaten Malaka,Andreas Sofiandi memberi kesaksian terkait kegiatan sosial di Malaka.
Atas nama rekan-rekan donatur, Andreas menegaskan bahwa kehadiran Rumah Sehat St. Andreas, Klinik Pratama St. Antonius yang dikelola Biara SSpS bermula dari keprihatinan ada begitu banyak warga yang mengalami katarak.
Saat ini Rumah Sehat yang peletakan batu pertama tanggal 22 Agustus 2021 itu sudah selesai dibangun. Dilanjut dengan kegiatan perdana berupa pelayanan kesehatan warga yang terkena katarak berjumlah 290 pasien.
Dari kegiatan operasi katarak selama tiga hari itu, yang paling menakjubkan ada pasien yang mengalami kebutaan sekian tahun dapat ditolong dan sembuh sehingga bisa melihat kaum kerabatnya.
Baca juga: Perwira Satgas Pamtas RI-RDTL Temui Bupati Malaka
Kesaksian Andreas Sofiandi, pengusaha asal Jakarta yang juga sebagai Ketua Umum Perkumpulan Sosial Himpunan Bersatu Teguh Sumatra Barat dan Riau ini disampaikan saat peresmian Rumah Sehat St. Andreas di Betun, Sabtu 4 Desember 2021.
Rumah Sehat ini diresmikan Kardinal Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo, PR ditandai dengan perayaan Ekaristi Kudus dipimpin Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku,PR.
Hadir juga Uskup Emeritus Keuskupan Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng, Pr, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH, Wabup TTU, Eusebius Binsasi, Romo Deken Mundus Sako, PR, Provinsial SVD Timor, Provinsial SSpS Timor, para biarawan, biarawati, tokoh umat.
Dikatakan Andreas, pemberkatan Rumah Sehat di Biara SSpS Betun kini mencapai puncak yang ditandai dengan peresmian penggunaannya oleh Kardinal Mgr. Ignatius.
Baca juga: Fraksi di DPRD Malaka Terima RAPBD, APBD Malaka 2022 Turun Drastis
Pembangunan Rumah Sehat yang dikelola para suster Biara SSpS ini, katanya dilakukan tanggal 22 Agustus 2021 yang ditandai dengan peletakan batu pertama.
"Ini tidak dalam rencana. Saat saya kunjungi kampung-kampung pasca bencana Seroja, saya dapati banyak warga mengalami katarak. Kemudian saya ke Biara SSpS sekiranya ada lahan untuk bangun Rumah Sehat untuk mengobati warga yang kena penyakit katarak," kenang Andreas.
Dari percakapan dengan pengelola Poliklinik, katanya, ada lahan Keuskupan yang bisa dibangun rumah sehat. Maka saat itulah dibangun dan direncanakan dibangun dua sampai tiga lantai.
Sebelum kegiatan peresmian oleh Kardinal, katanya, sudah digelar operasi katarak oleh tim dokter dari Jakarta selama tiga hari.
"Kami curi waktu tiga hari bersama enam dokter mata dan dua dokter umum periksa dan operasi pasien katarak sebanyak 290 orang baik orangtua maupun anak-anak," tutur Andreas.
Baca juga: Gegara Pinjaman Uang, Tukang Bangunan di Malaka Ini Aniaya Istrinya
Dari pasien yang diobati ini , tegas Andreas, ada pasien seorang pemuda juga orangtua dan anak-anak yang selama ini buta total matanya dapat lihat kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kardinal-mgr-ignatius-kardinal-suharyo-hardjoatmodjo-pr.jpg)