Kamis, 23 April 2026

Berita Malaka

Waspada, Penyakit Malaria Masih Terus Mengintai di Malaka

Penyakit malaria dan penyakit kaki gajah masih terus mengintai di wilayah Kabupaten Malaka

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Kadis Kesehatan Malaka, Paskalia Frida Fahik saat memberikan materi pada kegiatan sosialisasi di Aula Hotel Ramayana, Betun, Rabu (1/12/2021). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN--Penyakit malaria dan penyakit kaki gajah masih terus mengintai di wilayah Kabupaten Malaka. Untuk itu warga diharapkan selalu waspada dengan tetap menjaga kesehatan lingkungan.

Khusus untuk penyakit malaria dalam kurun waktu tahun 2021 tercatat ada 22 kasus malaria yang ditemukan. Untuk itu semua elemen terkait harus kerja bersama-sama agar tahun 2022 bisa ditekan serendah mungkin, bila perlu terliminasi.

Kepala Dinas Kesehatan Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik menyampaikan ini pada Pertemuan Sosialisasi dan advokasi pelaksanaan program Malaria Perdhaki tingkat Kabupaten Malaka oleh SSR Perdhaki wilayah Keuskupan Atambua di Betun, Rabu (1/12/2021).

Hadir pada acara ini Kepala SSR Keuskupan Atambua, Yosef M L Hello, M.Hum, Project Manager SSR Atambua, Marciana Do Carmo Seran, CSO Atambua, Mikhael Leuape, para kepala desa, camat dan OPD terkait lingkup Pemda Malaka.

Paskalia menjelaskan, wilayah Kabupaten Malaka masih ada pandemi malaria dan hasil temuan titik paling rawan terutama di Kecamatan Wewiku. Kondisi ini mendorong semua pihak untuk memeranginya karena tidak bisa hanya dibebankan pada petugas kesehatan semata.

"Di Kabupaten Malaka yang perlu diwaspadai bukan saja penyakit malaria tetapi juga penyakit kaki gajah. Untuk penyakit malaria selama tahun 2021 ini ada 22 kasus. Yang terakhir ditemukan 2 kasus tapi pasiennya sembuh," katanya.

Dirinya berharap masyarakat tetap waspada dan kuncinya pada menjaga lingkungan tetap bersih. Semua keluarga harus memulai dengan menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Kita bersama harus turut terlibat. Para camat dan kepala desa perlu menggelorakan gerakan Jumat Bersih. Mari sama-sama berkomitmen agar tahun 2022 ditekan kasus malaria di Malaka agar jangan bertambah lagi dari temuan sekarang 22 kasus," pinta Paskalia.

Kepala SSR Perdhaki Keuskupan Atambua, Yosep M L Hello menyampaikan bahwa kehadiran SSR ini membantu pemerintah khusus wilayah binaan yakni Malaka, Belu dan TTU agar sama-sama memberantas penyakit malaria. Lembaga ini bekerja sama dengan elemen terkait, mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

"Kita berharap semua keluaga menjadi contoh menjaga kebersihan lingkungan. Kami dari SSR Keuskupan Atambua terus mendeteksi titik-titik rawan penyebaran nyamuk malaria sehingga target tahun 2023 wilayah ini bebas dari malaria bisa terwujud," harap Yosep.(*)

Baca Berita Malaka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved