Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kota Kupang

Hari AIDS Sedunia, KMK St. Thomas Aquinas FKM UNDANA Gelar Diskusi Publik Penanggulangan HIV/AIDS

Keluarga Mahasiswa Katholik (KMK) St Thomas Aquinas FKM UNDANA menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia 1 Desember 2021

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
KMK St. Thomas Aquinas
Para pembicara, moderator, pembina dan panitia foto bersama usai diskusi publik dalam rangka hari AIDS Sedunia di Gedung SMAN 5 Kota Kupang, Rabu 1 Desember 2021. Diskusi ini diselenggarakan KMK St. Thomas Aquinas FKM UNDANA Kupang. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Keluarga Mahasiswa Katholik (KMK) St Thomas Aquinas FKM UNDANA menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia bertempat di Gedung SMAN 5 Kupang, Kelurahan Oepoi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu 1 Desember 2021.

Kegiatan diskusi publik ini mengusung tema, "Upaya Penanggulangan HIV/AIDS pada Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi NTT Khususnya Kota Kupang" dengan tagline 3 Zero 2030 Tercapai?

Dalam kesempatan tersebut hadir beberapa pembicara, yaitu dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, KPAD Provinsi NTT, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT dan Yayasan Flobamora Jaya Peduli. Peserta yang hadir merupakan mahasiswa dan juga beberapa jurnalis dari beberapa media yang ada di Kota Kupang.

Kegiatan dimulai dengan seremonial pembukaan. Kegiatan ini dibuka oleh Herman Kabosu, S.Fil selaku pembina KMK St Thomas Aquinas FKM UNDANA, dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh moderator, Yoan Niron, seorang alumnus FKM UNDANA dan alumnus KMK St. Thomas Aquinas FKM UNDANA.

Proses diskusi berjalan cukup baik. Moderator memberikan kesempatan untuk setiap pembicara menyampaikan penjelasannya terkait upaya penanggulangan HIV/AIDS kurang lebih 15 menit.

Setelah semua pembicara menyampaikan pendapatnya, moderator melemparkan kepada peserta diskusi untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada pembicara.

Tiurmasari E. Saragih, SKM, M. Sc, perwakilan dari Dinkes Kota Kupang, menyampaikan bahwa pada masa pandemi kita tidak hanya berfokus pada protokol kesehatan, tetapi juga tetap memperhatikan pelayanan kesehatan lain yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Dalam masa pandemi COVID-19 ini kita diminta untuk mematuhi protokol kesehatan, Namun di samping itu pelayanan kesehatan harus tetap berjalan saat pandemi seperti ini, terutama penyakit menular khususnya HIV/AIDS. Kita Tetap harus melaksanakan pemeriksaan HIV, melakukan penjangkauan dan juga melakukan penanganan ODHA," katanya.

Selain itu, Tiurmasari menyampaikan adanya peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Kupang dari tahun 2017-2019, namun sedikit membaik pada periode 2020-2021 atau mengalami penurunan, khususnya di Kota Kupang.

Dalam data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, peningkatan kasus HIV pada tahun 2017 (253), 2018 (138), namun pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan tajam.

"Penderita HIV/AIDS bukan hanya berasal dari kalangan masyarakat swasta, namun juga berasal dari IRT 13%, mahasiswa 6%, TKI 4%, TNI-Polri, dan petani. Dari sini dapat juga disimpulkan bahwa HIV-AIDS tidak memandang pekerjaan dan status sosial."

Tiurmasri yang merupakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Kupang akhirnya mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama menjaga diri agar terhindar dari penularan HIV/AIDS.

Thobias, perwakilan Dinas Parekraf Provinsi NTT, menyampaikan bahwa sektor pariwisata paling terdampak sejak pandemi dan ia mengaitkan hubungan antara peran pariwisata dalam penanggulangan HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pariwisata kita sangat terdampak semenjak pandemi. Pariwisata dan HIV. Kasus HIV meningkat karena ada pengendalian pada sektor wisata terhambat. Seks bebas meningkat saat pandemi. Maka dengan begitu pada masa pandemi ini kami mengadakan Program Parekraf CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keberlanjutan Lingkungan). Program ini diinisiasi oleh Parekraf untuk penanganan HIV AIDS. Hotel dan tempat wisata bebas dari HIV AIDS"

Thobias berharap bahwa upaya yang dilakukan oleh Dinas Parekraf dalam tujuan wisata bebas dari HIV/AIDS memberikan dampak yang lebih baik untuk perkembangan pariwisata NTT ke depan dan juga pengurangan kasus HIV/AIDS yang sumber penularannya dari tempat wisata.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved