Berita Sumba Barat Pasti Berseri

Pemda  Siap Bangun Gedung CT Scan Dan Adakan Alat Cuci Darah RSUD Sumba Barat

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat sependapat dengan komisi C DPRD Sumba Barat untuk terus memperjuangkan pembangunan gedung CTscan dan pengadaan alat c

Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
pk/petrus piter
Foto Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H menghadiri sidang patipurna DPRD Sumba Barat dengan agenda mendengarkan jawaban pemerintah terhadap laporan komisi-komisi DPRD Sumba Barat atas RAPBD Kabupaten Sumba Barat tahun 2022 di ruang sidang utama DPRD Sumba Barat, Kamis 25 Nopember 2021. 

Pemda  Siap Bangun Gedung CT Scan Dan Adakan Alat Cuci Darah RSUD Sumba Barat

Laporan Reporter POS-KUPANG COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/WAIKABUBAK- Pemerintah Kabupaten Sumba Barat sependapat dengan komisi C DPRD Sumba Barat untuk terus memperjuangkan pembangunan gedung CTscan dan pengadaan alat cuci darah RSUD Sumba Barat.

Hal itu tentu berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku melalui dana alokasi khusus (DAK)  ataupun sumber lainnya sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang baik dengan tetap mengacu pada master plan RSUD Waikabubak, Sumba Barat yang sudah ada.

Demikian jawaban pemerintah dalam hal ini Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H  terhadap laporan komisi C DPRD Kabupaten Sumba Barat atas rancangan APBD Kabupaten Sumba Barat tahun 2022 dalam rapat paripurna DPRD Sumba Barat yang dipimpin Ketua DPRD, Drs.Dominggus Ratu Come didampingi Wakil Ketua DPRD Sumba Barat, Jefri Ora, S.H dan Wakil Ketua DPRD, Lukas Lebu Gallu, S.H di ruang sidang utama DPRD Sumba Barat, Kamis 25 Nopember 2021.

Selain itu  terkait tenaga kontrak daerah tahun 2022, Bupati Yohanis menegaskan pemerintah secara riil akan menyusun kriteria pengurangan  tenaga kontrak daerah secara umum maupun tenaga kontrak daerah guru dan kesehatan sehingga tidak ada pihak merasa dirugikan sekaligus menimbulkan friksi beragam dan akhirnya menjadi polemik. Pemerintah daerah berharap dengan kebijakan ini mendapatkan tenaga kontrak daerah termasuk tenaga kontrak guru dan kesehatan yang memiliki kompetensi, berintegritas, jujur dan melayani.

Sedangkan terkait saran komisi C DPRD Sumba Barat meninjau ulang rencana pembangunan gedung Dinas Kesehatan mengingat terdapat gedung-gedung  kantor atau dinas yang telah dimergerkan, Bupati Yohanis menjelaskan, secara teknis  kondisi gedung kantor Dinas Kesehatan sudah tidak layak  digunakan  sebagai salah satu gedung  yang mengurus pelayanan publik bidang kesehatan.

Dan desain serta perencanaan gedung tersebut telah tersedia sejak 6 tahun lalu. Sedangkan terkait perangkat daerah merger sehingga banyak gedung kosong, ia menyatakan, gedung-gedung tersebut tidak dapat digunakan karena tidak representatif untuk pelayanan publik bidang kesehatan.

Pemerintah sangat memahami  dan menghargai saran pikiran konstruktif komisi C DPRD Sumba Barat, namun gedung representatif untuk fungsi pelayanan bidang kesehatan juga menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yohanis juga menyampaikan rumah sakit Pratama yang terletak di Desa Hoba Kalla, Kecamatan Lamboya, Sumba Barat telah resmi beroperasi sejak 1 Juli 2021 dan telah bekerjasama dengan BPJS sejak 1 September 2021.

Karena itu bila dalam perjalanan pelayanannya terdapat kekurangan maka hal tersebut menjadi tugas pemerintah daerah melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kondisi kemampuan pembiayaan.

Sedangkan terkait pendapat komisi  C DPRD Sumba Barat tentang tidak meratanya penyebaran kegiatan fisik dalam dokumen APBD tahun anggaran 2022 untuk wilyah Kecamatan Wanokaka dan Loli bagiam utara dimana belum terakomodir kegiatan peningkatan jalan, Bupati menjelaskan bahwa pola pendekatan perencanaan selama ini adalah pendekatan kebutuhan dengan menerapkan prinsip skala prioritas  dan bukan pemerataan wilayah. *)

Berita Sumba Barat Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved