Berita Pemprov NTT
UPTD Taman Budaya Gelar Pagelaran Kesenian Daerah Tahap III
Sebenarnya kita harapkan tahapan ketiga ini tahapan pengemasan. Tari bisa menjadi latar musik, musik menjadi latar tari
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menghadirkan Pagelaran Kesenian Daerah Tahap III Tahun 2021, Kamis, 25 November 2021.
Kegiatan bertema "Generasi Millennial Dalam Karya Musik Genre Tradisional" akan dilangsungkan selama tiga hari kedepan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala UPTD Taman Budaya, Sofyan mengatakan, kegiatan ini merupakan harapan kita bersama dalam meningkatkan kesenian yang dimiliki NTT dan juga merupakan momentum yang mampu mengikat keragaman seni dan budaya yang ada di Provinsi NTT tercinta.
Linus juga memberi apresiasi kepada UPTD Taman Budaya yang telah menginisiasi kegiatan ini.
Baca juga: Dirjen KSDAE KLHK Jalin Kerja Sama dengan Pemprov NTT
"Kegiatan Pagelaran Kesenian Daerah semacam ini sangat tepat dilakukan agar kita mampu bersama - sama menjaga dan memelihara nilai - nilai luhur, nilai-nilai budaya yang terkait dengan nilai etika moral dan adat istiadat masyarakat sehingga dapat teraktualisasi dalam kehidupan sehari - hari," kata dia.
Lanjut dia, perkembangan dunia kesenian saat ini selalu bertopang pada kewajiban dari para pelakunya untuk terus mendukung dan terus meningkatkan guna kemajuan kebudayaan kita.
Dia juga menyinggung tema Pagelaran Kesenian Daerah Tahap III kali ini yang mengambil judul Generasi Millennial dalam Karya Musik Genre Tradisional, menggambarkan salah satu unsur budaya yang diharapkan mampu menembus zaman dan bisa bertahan. Karya musik tersebut juga bisa berupa ekspresi artistik yang dilakukan secara individu maupun secara kolektif.
"Masyarakat NTT yang memiliki multi budaya multi seni musik, tradisi dan multi Agama pada hakikatnya merupakan sebuah potensi dan modal dasar untuk membangun daerah ini. Oleh karena itu selain mengelola dan melestarikan budaya yang baik juga penting bagi kita untuk memperkokoh kekhasan budaya, terutama dalam masyarakat kita melibatkan semua pihak," ujarnya.
Baca juga: Kejar Target Binda NTT Lakukan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten TTU
Kepala UPTD Taman Budaya, Sofyan, yang ditemui seusai acara pembukaan mengatakan, kegiatan kali ini sebenarnya sudah menuju tahap pengemasan karya seni.
"Dalam arti ini tahapan tiga diharapkan karya seni musik tetap bergenre tradisional. Memang kita perlu memberikan stimulan kepada pelaku budaya khususnya pelaku - pelaku sanggar yang ada karena mereka masih secara original menerima informasi, menerima input menerima stimulan masih secara sesuai insting mereka," kata Sofyan.
"Sebenarnya kita harapkan tahapan ketiga ini tahapan pengemasan. Tari bisa menjadi latar musik, musik menjadi latar tari," lanjutnya.
Dia mengungkapkan, jika di NTT kebanyakan untuk musik genre tradisional masih memakai alat musik tradisional, di tingkat nasional sudah ada Inovasi Nuansa Musik Nusantara yang memakai alat musik modern tetapi genre tradisional masih tetap ada.
Baca juga: Temuan BPK, Pemprov NTT Ajukan Ranperda Penyertaan Modal Bank NTT
"Dia digabungkan antara modern dengan tradisi," tukasnya.
Sementara untuk tahapan pengemasan ini, Sofyan mengatakan, jangan sampai NTT tertinggal dari provinsi lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pagelaran-kesenian-daerah.jpg)