Minggu, 26 April 2026

Berita Nagekeo

Buka Kegiatan Kursus Mahir Dasar, Bupati Nagekeo Ajak Pramuka Perhatikan Lingkungan

memberikan catatan penting terkait keberadaan dan peran pramuka dalam pembangunan daerah.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Nagekeo Johannes Don Bosco Do berdiskusi dengan para pembina pramuka di Aula Hotel Samudra Mbay, Senin 22 November 2021 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY--Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do membuka secara resmi Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina Pramuka Penggalang Tingkat Kabupaten Nagekeo Kwartir Cabang Nagekeo Tahun 2021 yang berlangsung di Aula Hotel Samudra Mbay, dari tanggal 22-27 November 2021.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Pora) Kabupaten Nagekeo.

Sekretaris Dinas Pora, Stefanus Tiap dalam laporan menjelaskan, bahwa pada tahun 2021 ini, Pramuka memasuki usia ke-60 tahun.

Keberadaan Pramuka telah memberi kontribusi besar dalam membentuk karakter pemuda. Pramuka sebagai pendidikan luar sekolah, menjadi satu poros penting dalam mencetak generasi masa depan yang lebih berkualitas dalam pembangunan bangsa.

Baca juga: Sekda Nagekeo : Tidak Ada Tenaga Kontrak yang Direkrut oleh Pemda 

Dijelaskannya, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Pembina Pramuka di Tingkat Gugus Depan agar kegiatan ke-pramukaan-nya ke depan berjalan optimal.

Sementara materi pelatihan meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB), Morse, Simapore, Api Unggun, dan lain-lain.

Sedangkan para pelatih bersertifikat yakni Christina Azi Wona, Viktor Tegu, M. Uco Feto,  (Ketiganya dari Nagekeo), A. Abdul Gefar, M. Rifai (kedua dari Ende), dan Paskalina Masi (dari Ngada).

"Peserta adalah para Pembina Pramuka Penggalang sebanyak 20 orang dari 20 sekolah tingkat SMP (gugus depan penggalang)," jelasnya.

Baca juga: Pemilihan Kepala Desa Serentak di Nagekeo Berjalan Lancar

Bupati Don dalam sambutannya, memberikan catatan penting terkait keberadaan dan peran pramuka dalam pembangunan daerah.

Dijelasnnya, saat ini sudah memasuk awal musim hujan. Oleh karena itu, isu lingkungan penting untuk diperhatikan bersama

"Sampai tahun ke-3 saya belum lihat pramuka urus lingkungan. Minimal saya diundang. Ketika keliling, saya tidak lihat pramuka berseliwerang. Minimal ada tanda-tanda kehidupan," ungkapnya.

"Saya minta para pendamping, kegiatan di luar ruangan harus ada kegiatan lingkungan. Kontak Dinas Lingkungan Hidup. Cek ada tanaman apa, tanam di mana. Mulai di sekolah-sekolah dulu lah. Untuk menggerakan kepedulian, sekolah dalam kota menjadi pemicu," ajaknya.

Bupati Don menjelaskan, masyarakat menjadi korban modernisasi produk kapitalis. Sebab hanya urus makan saja, selalu menggunakan makanan dalam kemasan sehingga plastik berserakan di jalan. Sementara pelaku terbanyak berasa dari anak sekolah.

Baca juga: Rekapitulasi Perolehan Hasil Suara Pilkades Serentak di Kabupaten Nagekeo, Siapa Terpilih ?

Untuk itu, dirinya berharap pelatihan tersebut dapat merubah perilaku menangani sampah.

"Ini diwujudnyatakan dalam pelatihan ini. Supaya ada sesuatu yang jelas dan berbekas dari uang rakyat yang kita pakai," ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten I Setda Nagekeo Imanuel Ndun, Kadis Pora Kristoforus Aja, dan Kepala Kesbangpol Nagekeo Pius Dhari. (*)

Berita Nagekeo Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved