Breaking News:

Berita Flores Timur

13 Kasus DBD di Flores Timur, 1 Meninggal Dunia

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini sudah menyerang beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur ( NTT)

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Flotim, Sudirman Kia 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA-Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini sudah menyerang beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur ( NTT). Selain pasien, penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus ini juga telah merenggut banyak nyawa.

Di Kabupaten Flores Timur (Flotim), hingga November 2021, telah terjadi 13 kasus DBD. Satu diantaranya meninggal dunia. 

"Dari Januari-November ini sudah 13 kasus, satu meninggal dunia. Tahun 2020 lalu ada 147 kasus dan empat meninggal dunia," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, dr. Ogi Silimalar melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Sudirman Kia kepada wartawan, Selasa 23 November 2021. 

Ia menjelaskan, 13 kasus DBD tersebut tersebar di beberapa desa/kelurahan diantaranya, desa Horinara 1, Lewokelang 1, kelurahan Sarotari Timur 1, Serinuho 1, kelurahan Amagarapati 1, Solor Timur 2, kelurahan Lokea 2, kelurahan Lewolere 1, Lamawolo 1, Kolaka 1, dan Sinar Hading Gala 1.

Baca juga: 2 Pasien Terkena DBD, Kadinkes Malaka Minta Optimalkan Gerakan 3M

"Sekarang pasiennya sudah sembuh semua. Yang meninggal dunia dari desa Horinara kecamatan Kelubagolit. Ini kasus meninggal dunia pertama di 2021," jelasnya. 

Ia mengaku pihaknya sudah mempersiapkan obat dan fasilitas kesehatan untuk menghadapi lonjakan DBD.   "Stok obat-obatan dan fasilitas kesehatan aman," katanya.

Untuk mengantisipasi DBD, ia meminta peran masyarakat untuk membasmi sarang nyamuk melalui gerakan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur)

"Sangat diharapkan peran masyarakat sebagai langkah antisipasi. Biasanya kasus DBD meningkat di bulan February-Maret. Harus diantisipasi dari sekarang supaya jangan ada ledakan kasus," tandasnya. (*)

Baca Berita Flores Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved