Breaking News:

Berita Sumba Barat

Upah Minimum Kabupaten Sumba Barat 2022 Naik 1,09 Persen

Dedi S.Ora, S.E, M.Si mengatakan upah minimum Kabupaten ( UMK) Sumba Barat tahun 2022 naik sebesar 1,09 persen

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Kepala Dinas Trasnmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumba Barat, Dedy S.Ora, S.E, M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumba Barat, Dedi S.Ora, S.E, M.Si mengatakan upah minimum Kabupaten ( UMK) Sumba Barat tahun 2022 naik sebesar 1,09 persen.

Sementara itu UMK Kabupaten Sumba Barat tahun 2021 sebesar Rp 1.950.000,00.

Informasi diperoleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H telah menandatangani surat keputusan kenaikan UMP/UMK NTT tahun 2022 tersebut dan akan diumunkan ke publik pada siang hari ini.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumba Barat, Dedi S.Ora, S.E, M.Si menyampaikan hal itu ketika ditemui POS-KUPANG.COM di kantor DPRD Sumba Barat, Senin 22 Nopember 2021.

Menurutnya, bila surat keputusan kenaikan UMK Kabupaten Sumba Barat resmi diterima maka pihaknya akan mensosialisasikan kepada para pengusaha dan pekerja agar memahami ketentuan baru tentang upah minum Kabupaten Sumba Barat tahun 2022 tersebut.

Dikatakan, selama ini pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumba Barat selalu melakukan pengawasan terhadap penerapan UMK oleh pengusaha terhadap karyawan.

Misalnya para pekerja di toko-toko, umumnya pekerja tetap di toko adalah bagian tenaga kasir dan kepala gudang yang menerima upah sesuai UMK. Sedangkan tenaga lainnya seperti pelayan toko menerima upah tidak sesuai UMK. Hal itu memang sesuai kondisi riil daerah ini.

Misalnya para pekerja meminta tinggal dalam dengan beragam alasan seperti tidak mau sewa kos dan lain-lain maka upah yang diterima tidak sebesar UMK. Hal lain ditemukan selama pengawasan tersebut adalah para tenaga kerja menolak menandatangani perjanjian kerja dengan bosnya dengan alasan hanya bekerja 2-3 bulan saja.

Sementara itu para pekerja di BUMN/BUMD dan hotel menerima upah seseuai UMK.

Karena itu, ia menghimbau masyarakat Sumba Barat umumnya dan para tenaga kerja khususnya agar bersabar menanti keputusan UMK Kabupaten Sumba Barat tahun 2022 itu akan diumumkan nanti. (*)

Baca Berita Sumba Barat Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved