Diam-diam Tentara Rusia Sudah Kepung Perbatasan Ukraina, Amerika dan Sekutunya Ketakutan
Perselisihan dua negara bekas Uni Soviat itu setelah adanya aksi etnis Rusia di Krimea- Ukraina melawan pemerintah Ukraina
POS KUPANG.COM -- Sengketa antara Ukraina dan Rusia hingga kini belum juga berkahir
Perselisihan dua negara bekas Uni Soviat itu setelah adanya aksi etnis Rusia di Krimea- Ukraina melawan pemerintah Ukraina
Pemerintah Rusia dianggap ikut campur hinga Amerik a dan negara-negara sekutuhnya menyatakan akan mendukung Ukraina
Kini, Rusia malah mengirim makin banyak pasukan hingga dianggap sudah mengepung tetangganya itu
Baca juga: MEMANAS, Rusia Mulai Keras Usir Kapal Perang Amerika Serikat Menjauh dari Krimea, Atau Hancur
Ukrainya ini pun sudah menjadi sekutu Amerika dan negara-negara barat
Kehadiran pasukan Rusia itu membuat kekatiran Amerika dan sekutunya
Diketahui militer Rusia dilaporkan berkumpul di dekat Ukraina.
Sikap militer Rusia itu menyebabkan kekhawatiran serius di antara kekuatan Barat.
Sebab, selama sebulan terakhir, Rusia telah mengumpulkan pasukan dan peralatan militer di dekat perbatasan dengan Ukraina.
Baca juga: China dan India sama-sama Pasang Siap Perang di Perbatasan , Kini Sama-sama Incar Rudal Rusia S-500
Sikap itu membuat pejabat Amerika Serikat (AS) memperingatkan negara-negara Eropa bahwa Vladimir Putin mungkin akan menyerang Ukraina lagi.
Ada juga spekulasi bahwa Rusia dapat siap untuk campur tangan dalam krisis yang sedang berlangsung di sepanjang perbatasan Belarusia-Polandia.
Sementara Inggris telah diberitahu bahwa konflik bersenjata perlu dipersiapkan untuk dihindari.
Jenderal Sir Nick Carter, kepala angkatan bersenjata Inggris, mengatakan militer Inggris harus siap berperang dengan Rusia yang bergerak maju.
Jenderal Carter mengatakan dia tidak percaya Rusia benar-benar menginginkan perang, tetapi penting untuk tetap berjaga-jaga.
Baca juga: Diimingi Handphone, Kakek di TTS Rudapaksa Cucunya yang Berusia 16 Tahun
Alasan mengapa Inggris, AS, dan negara Eropa lain harus berjaga-jaga adalah ancaman Rusia kali ini terlihat berbeda.